DAMPAK EL NINO: Lahan Puso di Jabar Meluas

Lahan pertanian di Jawa Barat yang mengalami kekeringan mencapai 126.000 hektare (ha) untuk skala ringan dan 70.000 ha untuk kategori sedang dan berat.
Adi Ginanjar Maulana & Wisnu Wage
Adi Ginanjar Maulana & Wisnu Wage - Bisnis.com 02 November 2015  |  03:26 WIB
Dampak musim kemarau - Antara/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, BANDUNG—Lahan pertanian di Jawa Barat yang mengalami kekeringan mencapai 126.000 hektare (ha) untuk skala ringan dan 70.000 ha untuk kategori sedang dan berat.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Jabar Dewi Sartika mengatakan kendati lahan pertanian yang dilanda kekeringan terus meluas, namun angkanya masih relatif rendah di bawah 10% dari total luas lahan sawah di Jabar 936.000 ha.

Meskipun El Nino, beberapa daerah di Jabar masih ada panen, terutama daerah yang mendapatkan pasokan air dari sistem irigasi teknis seperti di Subang.

"Kami tetap optimistis target produksi padi akan tercapai meskipun areal pertanian yang kekeringan diprediksi meningkat hingga akhir tahun,” ujarnya, Jumat (30/10/2015).

Dewi memperkirakan total produksi padi tahun ini mencapai 11,6 juta ton, lebih kecil dibandingkan 2013 yang mencapai 12,08 juta ton. Penurunan tersebut dianggap wajar karena tahun ini Jabar dilanda kemarau panjang, yang berbeda dengan tahun lalu.

Akan tetapi, musim kemarau panjang tahun ini dimanfaatkan untuk perbaikan infrastruktur penunjang lahan sawah seperti irigasi dan sumur rasapan guna mengantisipasi musim kemarau tahun depan.

“Perbaikan infrastruktur diharapkan akan menopang terhadap pencapaian produksi padi tahun depan di kisaran 12,5 juta-13 juta ton,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Jabar Diden Trisnandi mengharapkan musim hujan bisa segera datang agar areal pertanian yang mengalami kekeringan tidak meluas.

Dia menjelaskan kendati beberapa daerah sudah turun hujan namun curahnya masih belum maksimal. BMKG memperkirakan musim hujan akan tiba sekitar November atau Desember. "Luas lahan yang mengalami kekeringan akan berkurang seiring bertambahnya curah hujan,"  ujarnya.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan inventarisir luas lahan yang mengalami puso agar pada musim tanam selanjutnya mendapatkan bantuan berupa benih dan pupuk. "Anggaran sudah disiapkan, nanti kita kasi bantuan ke mereka saat memasuki musim tanam," katanya.

Dihubungi terpisah, Bulog Regional Jabar mengklaim ketersediaan beras yang berada di gudang mencukupi sampai akhir tahun.

Kepala Bulog Regional Jabar Alip Hanafi, selain stok yang ada di Bulog, sampai akhir tahun nanti masih ada potensi panen di beberapa wilayah Jabar.

"Alhamdulillah mencukupi sampai akhir tahun, belum lagi nanti masih ada tambahan panen hingga bulan Desember,” ujarnya.

Tag : sawah puso
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top