Lonjakan Belanja Pengobatan Kanker Global Lampaui US$150 Miliar Pada 2020

Belanja global untuk pengobatan kanker diperkirakan akan melonjak melebihi US$150 miliar pada 2020 didorong oleh munculnya terapi baru yang berharga mahal yang mampu membantu meningkatkan sistem kekebalan untuk menyerang balik sel tumor.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 02 Juni 2016  |  14:10 WIB
Ilustrasi - ugandacancersociety.org

Bisnis.com, JAKARTA - Belanja global untuk pengobatan kanker diperkirakan melonjak melebihi US$150 miliar pada 2020 didorong oleh munculnya terapi baru yang berharga mahal yang mampu membantu meningkatkan sistem kekebalan untuk menyerang balik sel tumor.

Berdasarkan laporan onkologi global yang dirilis oleh IMS Health Holdings pada Kamis (2/6/2016) angka diatas menunjukkan pertumbuhan belanja obat onkologi tahunan secara global meningkat dari 7,5% menjadi 10,5% hingga 2020, naik dari prediksi IMS pada tahun lalu yakni dari 6% menjadi 8% hingga 2018.

Angka tersebut didapat berdasarkan daftar harga obat, dengan pengecualian adanya diskon dan rabat. Ini juga termasuk obat pendukung untuk mengatasi efek samping seperti mual dan anemia yang sering timbul dalam proses perawatan khususnya kemoterapi.

Belanja obat onkologi global mencapai US$107 miliar pada 2015, meningkat 11,5% dari tahun sebelumnya dan naik dari US$90 miliar pada 2011seiring dengan masuknya sekitar 70 perawatan kanker terbaru dan munculnya lebih dari 20 jenis tumor baru dalam lima tahun terakhir.

Namun, menurut laporan tersebut, lebih dari separuh obat tersebut hanya bisa ditemukan di enam kota dan hanya sedikit yang bisa ditebus oleh program asuransi umum.

Laporan tersebut dirilis persis sebelum pertemuan American Society of Clinical Oncology di Chicago, pertemuan ilmiah mengenai kanker paling penting tahun ini.

Penemuan sejumlah obat baru memungkinkan pemanfaatan kekebalan tubuh pasien untuk melawan balik serangan kanker. Hal ini mengarah kepada tingkat kelangsungan hidup pasien yang mengidap kanker paling mematikan seperti melanoma dan kanker paru-paru akut, yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Bristol-Myer Squibb Co dan Merck&Co menjadi pemimpin di bidang ini. Sementara itu, Roche Holding AG mendapatkan persetujuan Amerika untuk pengobatan sejenis imunoterapi untuk kanker kandung kemih. Perusahaan tersebut juga sedang mengembangkan sejumlah besar pengobatan imunoterapi dan jenis pengobatan kanker lainnya.

IMS, yang menyediakan data penggunaan obat resep untuk industri farmasi mengatakan bahwa pihaknya menemukan ada 568 pengobatan kanker yang disediakan oleh 511 perusahaan untuk pengobatan skala menengah hingga skala akut.

Sumber : Reuters

Tag : kanker, biaya, pengobatan
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top