Pupuk IndonesianTargetkan Pendapatan Rp77 Triliun

PT Pupuk Indonesia menargetkan total pendapatan mencapai Rp77 triliun pada 2016, naik sebesar 10% dibandingkan dengan tahun lalu.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 02 Juni 2016  |  23:45 WIB
Petani memberi pupuk untuk padi di sawah. - Antara

Bisnis.com JAKARTA – PT Pupuk Indonesia menargetkan total pendapatan mencapai Rp77 triliun pada 2016, naik sebesar 10% dibandingkan dengan tahun lalu.

Direktur Keuangan PT Pupuk Indonesia Indarto Pamoengkas mengatakan harga gas yang belum juga turun membuat perusahaan sebagai pemasok utama pupuk di Tanah Air harus bertahan.

“Tahun ini target pendapatan kami sekitar Rp77 triliun. Bottom line profit untuk satu tahun sekitar Rp5 triliun. Kuartal I target kami juga sudah tercapai. Kalau kami lihat running rate-nya per Desember, kami bisa mencapai target,” katanya, Kamis (2/6).

Saat ini porsi produksi Pupuk Indonesia dibagi menjadi dua, masing-masing 70% untuk pupuk urea dan 30% sisanya untuk pupuk majemuk.

Dia mengatakan industri pupuk dalam negeri di pasar global sudah mengalami kelebihan pasokan, khususnya untuk suplai pupuk urea, maka perusahaan akan mulai serius menggarap pasar pupuk majemuk atau pupuk NPK. 

“Ke depan kami akan bergerak memproduksi pupuk majemuk atau NPK. Untuk urea kami akan mempertahankan kebutuhan dalam negeri. Strateginya sesuai dengan kerja sama operasi [KSO] sekitar 9,5 juta ton,” ujarnya.

Menurut Indarto, jika harga gas turun menjadi US$6 per MMBtu pun, tidak akan memperbaiki margin yang kian menipis akibat ketersediaan gas yang kurang.

“Dua pabrik kami di Pupuk Iskandar Muda [PIM], sekarang hanya beroperasi satu pabrik. Itupun dengan kapasitas 50% karena gasnya tidak kompetitif,” tuturnya.

Tag : pupuk
Editor : Setyardi Widodo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top