APBMI: Terminal 2 Eks JICT Sebaiknya untuk Layani Bongkar Muat Domestik

Perusahaan bongkar muat (PBM) di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta mendukung pengoperasian terminal 2-eks Jakarta International Container Terminal (JICT) yang saat ini di kelola Pelindo II agar dimanfaatkan sebagai terminal yang melayani sandar kapal dan bongkar muat peti kemas domestik.
Akhmad Mabrori | 02 Juni 2016 14:10 WIB
Pelabuhan Tanjung Priok - Ilustrasi/jict.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan bongkar muat (PBM) di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta mendukung pengoperasian Terminal 2-eks Jakarta International Container Terminal (JICT) yang saat ini di kelola Pelindo II agar dimanfaatkan sebagai terminal yang melayani sandar kapal dan bongkar muat peti kemas domestik.

Ketua DPW Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Juswandi Kristanto mengatakan, dengan dioperasikannya Terminal 2-eks JICT sebagai layanan kapal domestik maka diharapkan fasilitas dermaga lain yang saat ini dikelola pelabuhan Tanjung Priok bisa lebih fokus melayani kapal jenis kargo umum atau breakbulk.

“Saya rasa fasilitas dan kedalaman kolam Terminal 2-eks JICT tersebut sangat memadai untuk kapal kontainer domestik. Oleh sebab itu, PBM merespons positif jika pengelolaan dan peruntukkannya sebagai terminal khusus kontainer domestik,”ujarnya kepada Bisnis, Kamis (2/6/2016).

Dia mengatakan saat ini fasilitas dermaga yang tersedia untuk kapal jenis breakbulk atau nonkontainer di Pelabuhan Tanjung Priok dirasakan masih kurang mengingat terus tumbuhnya kegiatan pengangkutan angkutan laut internasional komoditas kargo umum.

“Untuk fasilitas terminal Priok yakni di dermaga 102, 101 Selatan dan 101 Utara sebaiknya di fokuskan untuk kegiatan breakbulk karena selama ini di dermaga 102 masih ada kontainer domestik.Nah jika Terminal 2-eks JICT itu sudah bisa dimanfaatkan seluruh kegiatan kontener domestik bisa langsung dialihkan,” tuturnya.

Berdasarkan data Pelindo II, dermaga 101 utara pelabuhan Tanjung Priok memiliki panjang sekitar 200 meter, sedangkan dermaga 101 selatan panjangnya 130 meter dan dermaga 102 memiliki panjang 120 meter.

“Totalnya panjang dermaga Priok itu sekitar 450 meter, sehingga jika semuanya di operasikan untuk kapal breakbulk bisa menampung tiga kapal berukuran besar sekaligus,” paparnya.

Sekretaris DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Adil Karim mengatakan pihaknya sudah menyampaikan secara langsung kepada Direksi Pelindo II untuk segera mengoptimalkan fasilitas Terminal 2-eks JICT yang saat ini dalam kondisi masih idle.

“ALFI inginnya fasilitas terminal itu segera dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan kontainer domestik, supaya layanan domestik tidak lagi dianaktirikan di Priok,” ujarnya.

Adil mengatakan ALFI optimistis jika fasilitas Terminal 2-eks JICT itu dioptimalkan untuk layanan kapal kontainer domestik akan memberikan efisiensi terhadap operator kapal peti kemas antarpulau yang dioperasikan perusahaan pelayaran nasional.

“Untuk mendorong program tol laut pemerintahan Jokowi-JK saat ini sudah selayaknya pelabuhan Priok memiliki fasilitas khusus untuk layanan kapal kontainer domestik,” tuturnya.

Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok juga sudah merekomendasikan agar Terminal 2-eks JICT difungsikan secara optimal untuk kepentingan pelayanan sandar kapal dan bongkar muat kontainer domestik/antarpulau.

Dengan optimalisasi terminal tersebut diharapkan performa layanan kontainer domestik di Priok bisa semakin baik. Apalagi throghput domestik dan internasional di Priok selama ini juga hampir seimbang.

Corporate Secretary & Hubungan Eksternal PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Kiki M. Hikmat mengatakan saat ini bisnis utama perseroan adalah pelayanan bongkar muat kapal, dengan spesialisasi penangan peti kemas dan cargo breakbulk.

Tag : peti kemas
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top