Tahun Depan, Hutama Karya Garap KEK Tanjung Api-api

PT. Hutama Karya Tbk. bersama Badan Promosi dan Perizinan Penanaman Modal Sumatera Selatan menandatangani nota kesepahaman untuk pengembangan mega proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api, Sumatera Selatan.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 02 Agustus 2016  |  19:10 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT. Hutama Karya Tbk. bersama Badan Promosi dan Perizinan Penanaman Modal Sumatera Selatan menandatangani nota kesepahaman untuk pengembangan mega proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api, Sumatera Selatan.

Penandatanganan yang digelar disela acara Regional Investment Forum 2016 tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Alex Noerdin.

Direktur Pengembangan PT Hutama Karya Tbk. Putut Ari Wibowo mengatakan terletak strategis di antara Singapura dan Jakarta, KEK Tanjung Api-api direncanakan akan menjadi pelabuhan berstandar internasional, kawasan industri, dan pusat logistik.

KEK Tanjung Api-api akan menjadi kawasan terpadu untuk beberapa industri, seperti batubara, powerplant, petro kimia, kimia dasar, dan tekstil. Dengan total lahan seluas lebih dari 2000 hektare, KEK Tanjung Api juga akan dilengkapi dengan pelabuhan berskala internasional, termasuk di dalamnya pengembangan deep sea port Tanjung Carat. Disaat bersamaan, PT Hutama Karya (persero) sebagai pemegang konsesi pembangunan jalan tol Trans Sumatra, akan membangun jalan tol sepanjang 70 KM di jalur Palembang – Tanjung Api-api melengkapi fasilitas pendukung KEK Tanjung Api-Api.

"KEK Tanjung Api-api direncanakan akan menjadi rumah untuk kawasan industri kimia dasar dan kecil, kantor pemerintahan, ruang terbuka hijau, perkantoran dan komersial, pengolahan air limbah, pergudangan, instalasi pengolahan air, pembangkit listrik, dan terminal container. Kawasan ini juga dirancang sebagai terminal batubara, termasuk di dalamnya pengembangan kawasan reklamasi pelabuhan Tanjung Carat," katanya dalam siaran pers, Selasa (2/8/2016).

Putu menambahkan selain akses jalan tol, mega proyek Tanjung Api-api ini juga akan terintegrasi dengan rencana jaringan rel kargo sepanjang 375 KM. Pengambangan proyek prestisius ini rencananya akan dibagi dalam lima tahap dengan fase pembangunan terakhir pada 2018 mendatang.

Dengan rencana dan desain pengembangan yang ada, HKR optimis KEK Tanjung Api-api akan berjalan sesuai masterplan. Dukungan dari Pemerintah Daerah dan insentif bagi para calon investor, baik berupa insentif fiskal maupun non-fiskal diharapkan menjadi stimulus pengembangan kawasan ini.

“Kebutuhan dana pastinya saya belum bisa kami sampaikan. Mungkin sekitar 20 Triliun. Dalam sembilan bulan kedepan HK dan BUMD yang ditunjuk Pemprov Sumsel akan membentuk joint venture sebagai pengelola kawasan,” kata Putu.

Dalam acara penandatanganan tersebut, PT HK Realtindo (HKR), sebagai anak usaha HK, turut hadir bersama ratusan investor dalam dan luar negeri. HKR siap mendukung sebagai pengelola dan pengembang KEK Tanjung Api-api. Dalam waktu dekat, HK bersama Pemprov Sumsel melalui BUMD yang ditunjuk akan membentuk joint venture untuk mengembangkan kawasan yang ditargetkan akan mulai dibangun akhir tahun depan.

Saat ini sudah ada dua investor potensial asal Tiongkok yang potensial dijadikan mitra kerja dalam pengembangan kawasan ekonomi khusus ini.

Tag : hutama karya, KEK Tanjung Api-api
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top