Integrasikan Jaringan Transportasi Massal, BPTJ Siap Bantu Tangerang

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek mengaku siap membantu Pemerintah Kota Tangerang dalam mengintegrasikan jaringan angkutan umum, commuter line, kereta bandara, dan mass rapid transit (MRT).
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 02 Agustus 2016  |  00:41 WIB
Suasana pembangunan stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Patung Pemuda di kawasan Bunderan Senayan, Jakarta - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek mengaku siap membantu Pemerintah Kota Tangerang dalam mengintegrasikan jaringan angkutan umum, commuter line, kereta bandara, dan mass rapid transit (MRT).

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Elly Adriani Sinaga mengatakan Kota Tangerang telah memiliki rencana yang bagus terhadap transportasinya.

“Dan kami akan sangat senang membantunya, terutama dalam pengintegrasian jaringan pelayanan angkutan umum, kereta commuter, kereta bandara, MRT, dan lainnya,” kata Elly, Senin (1/8/2016).

Terkait dengan kondisi transportasi di Kota Tangerang, Wali Kota Tangerang Arif Rachadiono dalam siaran pers BPTJ mengatakan Pemerintah Kota Tangerang menghadapi beberapa masalah terkait dengan transportasi.

Dia mencontohkan pemerintah kota menghadapi masalah transportasi seperti kemacetan di jalan tol Tangerang–Jakarta melalui gerbang tol Karang Tengah.

Kemacetan di jalur tersebut, imbuhnya, bahkan bisa mencapai 11 kilometer. Kondisi tersebut, dia mengungkapkan, menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kota Tangerang untuk mengurai kemacetan yang terjadi.

Dia mengungkapkan pemerintah kota telah melakukan berbagai upaya terkait hal tersebut. Salah satunya, imbuhnya, mengundang PT Jasa Marga Tbk. untuk membahas kemacetan yang terjadi tol Jakarta-Tangerang tersebut.

Selain jalan tol Jakarta–Tangerang, ujarnya, Pemkot juga memberikan perhatian khusus dari dan menuju bandara. Dia mengungkapkan, pihaknya telah mengundang PT Wijaya Karya terkait akses bandara melalui pinggiran Kali Cisadane.

“Saat mencoba menutup akses di Rawa Bokor, dan dialihkan ke Kali Perancis, ternyata bisa efektif mengurai kemacetan arah bandara,” tambahnya dalam siaran pers BPTJ.

Kemudian, dia menambahkan, pihaknya akan menyerahkan terminal Poris Plawad ke BPTJ dalam jangka pendek. Untuk itu, imbuhnya, transit oriented development (TOD) Poris Plawad akan dikembangkan. 

Tag : transportasi
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top