Harga Pangan Naik, Nilai Tukar Petani Jatuh

Nilai Tukar Petani di Indonesia pada Juli 2016 mengalami kejatuhan akibat lonjakan harga di atas besaran pendapatan yang diperolehnya dalam sebulan.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 02 Agustus 2016  |  13:06 WIB
Petani di Bekasi mengalami kekeringan dan menyebabkan kerugian hingga Rp3 juta per hektare. - Ilustrasi/Muhamad Hilman

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai Tukar Petani di Indonesia pada Juli 2016 mengalami kejatuhan akibat lonjakan harga di atas besaran pendapatan yang diperolehnya dealam sebulan.

Menurut keterangan BPS, nilai tukar petani (NTP) pada Juli 2016 tercatat 101,39. Ini turun 0,08% dibanding NTP bulan lalu. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,48%, lebih kecil dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,56%.

Pada Juli 2016, NTP di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan terbesar (1,67%) dibandingkan dengan penurunan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi DI Yogyakarta mengalami kenaikan tertinggi (0,71%) dibandingkan dengan kenaikan NTP provinsi lainnya.

Pada Juli 2016,  inflasi perdesaan di Indonesia mencapai 0,76% disebabkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok penyusun IKRT terutama indeks kelompok bahan makanan. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Juli 2016 sebesar 110,02 atau naik 0,36%  dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Tag : nilai tukar petani
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top