Harga Beras dan Gula di Palembang Tinggi, Bulog Gelar Operasi Pasar

Perum Bulog Divisi Regional Sumatra Selatan dan Bangka Belitung mulai melakukan operasi pasar beras dan gula di Palembang seiring tingginya harga kedua komoditas itu.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 19 Agustus 2016  |  23:03 WIB
Warga antre untuk membeli sembako saat operasi pasar murah di Pasar Larangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (17/6/2015). - Ilustrasi/Antara/Umarul Faruq

Bisnis.com, PALEMBANG - Perum Bulog Divisi Regional Sumatra Selatan dan Bangka Belitung mulai melakukan operasi pasar beras dan gula di Palembang seiring tingginya harga kedua komoditas itu.

Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Babel, Mansur Siri, mengatakan pihaknya berupaya melakukan stabilitas harga di pasaran. "Saat ini harga beras dan gula di tengah masyarakat Kota Palembang sudah mulai terjadi kenaikan," katanya, Jumat (19/8/2016).

Berdasarkan catatan Bulog, harga beras di pasar untuk kelas medium dijual Rp10.000 per kilogram dan harga gula dijual Rp15.000 per kg. Padahal, kata dia, normalnya harga beras kelas medium Rp8.000 per kg--Rp9.000 per kg. Adapun harga gula seharusnya bisa Rp13.000 per kg sampai Rp13.500 per kg.

Dalam operasi pasar kali ini pihaknya menjual beras kelas medium senilIu Rp7.900 per kg dan gula Rp13.000 per kg. Dia mengatakan, operasi beras digelar di sejumlah titik keramaian, yakni di pasar-pasar tradisional dan pemukiman warga.

Menurut Mansur, warga merespon dengan baik kegiatan itu di sejumlah lokasi operasi pasar. "Kami bawa 10 ton dan langsung habis. Antusias masyarakat membeli beras dan gula cukup besar," katanya.

Mansur menuturkan, operasi pasar tersebut dilakukan sampai harga di pasaran menjadi kembali normal, bahkan hingga bulan depan pun akan terus dilakukan. Dia mengatakan, Bulog juga menggandeng mitra kerjanya, seperti produsen beras besar dan mitra penggilingan beras.

Untuk pelaksanaan operasi pasar tersebut, Bulog menggunakan stok dari gudang. Saat ini, kata Mansur, di gudang penyimpanan beras milik Bulog tersedia 76.000 ton beras yang bisa untuk memenuhi kebutuhan hingga Mei 2017 mendatang.

Bahkan karena surplus beras, Bulog pun membantu memenuhi kebutuhan beras untuk daerah lain di luar Sumsel dan Babel, yakni Riau, Jambi dan Bengkulu.

"Kami membantu daerah-daerah yang dalam kondisi minus beras. Karena Sumsel adalah daerah surplus beras. Bulog kan memiliki manajemen stok, sehingga kebutuhan luar wilayah pun bisa kita penuhi," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel, Permana mengatakan, harga beras dan gula di pasaran masih dalam kondisi normal. Untuk beras di pasaran rata-rata dijual dengan Rp8.700 per kg untuk kualitas asalan dan Rp9.700 per kg untuk kualitas premium. Sementara harga gula dijual rata-rata Rp14.000 per kg.

"Sebenarnya harganya masih standar. Masyarakat memiliki banyak pilihan mau beli beras atau gula dengan kualitas mana saja," terangnya.

Namun, Permana mendukung upaya Bulog untuk menstabilkan harga di pasaran. Selain memang tugasnya, Bulog juga dinilai memiliki stok yang cukup untuk menyelenggarakan operasi pasar.

Tag : bulog
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top