Luhut Ingin Pembangunan Pariwisata Danau Toba Dipercepat

Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber Daya Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pentingnya percepatan pembangunan Pariwisata Danau Toba, Sumatra Utara tanpa mengabaikan potensi kerusakan lingkungan yang mengintai di sekitar kawasan tersebut.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 20 Agustus 2016  |  00:18 WIB
Danau Toba - Indonesia Travel

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber Daya Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pentingnya percepatan pembangunan Pariwisata Danau Toba, Sumatra Utara tanpa mengabaikan potensi kerusakan lingkungan yang mengintai di sekitar kawasan tersebut.

“Presiden ingin lingkungan yang baik. Kedua, infrastrukturnya juga harus bagus. Ketiga, harus ada investasi yang berasal dari swasta. Keempat, masyarakat harus disiapkan,” kata Luhut melalui siaran pers saat membuka workshop "Strategi Penguatan Kapasitas Masyarakat di Kawasan Danau Toba" di institut Teknologi Del di Laguboti kabupaten Toba Samosir (Tobasa) Sumatra Utara, Jumat (19/8/2016).

Di depan sekitar 300 peserta workshop, Luhut menegaskan adanya beberapa hal harus dibenahi agar proyek bisa segera berjalan pentingnya mempersiapkan masyarakat sekitar Danau Toba, untuk mengatasi keempat isu tersebut. Dengan demikian masyarakat harus bisa bersinergi dengan baik.  

"Masalah lingkungan yang ditimbulkan oleh keramba harus dibereskan. Kemudian masalah lingkungan Toba Pulp Lestari (TPL) yang mengambil kayu dengan menggunakan truk tronton juga harus dibereskan, karena infrastruktur yang dibuat Kemenpupera yang sudah bagus akan rusak manakala tronton-tronton yang berbobot 16 ton terus lewat sana," ujar Luhut.

Luhut menyampaikan perhitungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bahwa nilai tambah yang diberikan TPL hanya 2 kali, tetapi kerusakan yang ditimbulkan 16 kali.

Dia ingin masalah ini diselesaikan agar sebagai tujuan destinasi, Toba bisa memenuhi standar lingkungan hidup.  "Jangan sampai lingkungan hidup tidak baik, sehingga orang tidak mau datang kemari," sambungnya.

Dalam rencana pembangunan tersebut proyek akan berdiri di lahan seluas 600 hektar, yang di dalamnya akan dibangun convention center, lapangan golf, dan hotel bintang lima. Pembangunan tersebut akan didukung oleh homestay di sekeliling danau Toba yang jumlahnya mencapai 1000 buah. Dia pun menyinggung bahwa peran gereja dan tokoh agama juga penting. 

Tag : danau toba
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top