Jakpro: LRT Prioritas Velodrome-Rawamangun Bakal Lewati 6 Stasiun Layang

PT Jakarta Propertindo menyatakan pembangunan LRT DKI Jakarta prioritas koridor I sepanjang 5,9 kilometer antara Velodrome - Rawamangun hingga Depo LRT Kelapa Gading akan melewati 6 stasiun LRT layang.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 20 Agustus 2016  |  03:53 WIB
Presiden Jokowi di lokasi groundbreaking LRT Jakarta Timur, Rabu (9/9/2015). - JIBI/Akhirul Anwar

Bisnis.com, JAKARTA - PT Jakarta Propertindo menyatakan pembangunan LRT DKI Jakarta prioritas koridor I sepanjang 5,9 kilometer antara Velodrome-Rawamangun dan Depo LRT Kelapa Gading akan melewati enam stasiun LRT layang.

Achmad Hidayat, Corporate Secretary PT Jakarta Propertindo, mengatakan enam stasiun LRT layang itu antara lain Stasiun Velodrome, Stasiun Pacuan Kuda, Stasiun Pulomas, Stasiun Pulomas, Stasiun Kelapa Gading Boulevard, Stasiun Mall Kelapa Gading, dan Stasiun Depo LRT.

"Untuk pengoperasian LRT DKI Jakarta prioritas koridor I sepanjang 5,9 kilometer antara Velodrome-Rawamangun dan Depo LRT Kelapa Gading akan melewati enam stasiun LRT layang," ujarnya, Jumat (19/8/2016).

Pihaknya menambahkan bahwa saat ini juga sedang dilakukan pekerjaan persiapan konstruksi yang dijadwalkan selesai pada Desember 2016.

"Persiapan konstruksi LRT terus berjalan, sekarang sedang melakukan penebangan pohon, penanaman kembali pohon di BKT, pengupasan jalur hijau, pemasangan pagar proyek, perataan tanah dan sebagainya. Semua masih on schedule," ujarnya.

Sementara, Dirut Jakpro, Satya Heragandi mengatakan bahwa PT Jakarta Propertindo segera melakukan lelang terbatas kepada 9 badan usaha milik negara konstruksi untuk dapat mengerjakan proyek Light Rail Transit (LRT) DKI Jakarta.

Pasalnya, proses penyusunan rancangan dasar (basic design) proyek LRT dari konsultan telah selesai dikerjakan sejak akhir Juli 2016, sehingga saat ini perlu segera dilakukan pemilihan kontraktor pelaksanaan proyek prestisius tersebut.

Sebanyak 9 bumn konstruksi tersebut antara lain, PT Hutama Karya, PT Istaka Karya, PT Pembangunan Perumahan Tbk, PT Waskita Karya Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, PT Adhi Karya, dan lainnya.

Dia berharap pemeriksaan persyaratan administrasi terhadap 9 bumn konstruksi tersebut dapat diselesaikan maksimal September tahun ini, dan segera dilanjutkan dengan pembangunan fisiknya pada Oktober 2016.

Satya berharap pemenang lelang terbatas atau hasil dari beauty contest tersebut adalah memang bumn konstruksi yang memiliki tingkat konsentrasi dan keseriusan tinggi terhadap keberhasilan pembangunan proyek tersebut.

Tag : LRT
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top