Sukses di Travel Revolution, Industri Pariwisata Harus Inovatif

Inovasi para pelaku industri pariwisata menjadi kunci keberhasilan pameran Travel Revolution di Singapura yang berakhir hari ini. Pelaku industri pariwisata menilai promosi cukup sukses.
Lahyanto Nadie
Lahyanto Nadie - Bisnis.com 21 Agustus 2016  |  14:10 WIB
Pakaian adat dayak dan alat musik sape di Travel Revolution - Lahyanto Nadie

Bisnis.com, SINGAPURA - Inovasi para pelaku industri pariwisata menjadi kunci keberhasilan pameran Travel Revolution di Singapura yang berakhir hari ini. Pelaku industri pariwisata menilai promosi cukup sukses.

Selama 3 hari pameran, gerai Indonesia disesaki pengunjung mulai dari menikmati 5 jenis kopi, menyaksikan keindahan alam melalui virtual reality, hingga dibuatkan siluet oleh perupa Indonesia.

"Orang Singapura sudah tahu Indonesia sehingga prioritasnya adalah bagaimana menyampaikan kepada calon wisatawan mengenai destinasi yang spesifik. Jadi pelaku industri pariwisata harus inovatif," Andriatna Rubenta, Deputi Direktur Bidang Perjalanan Wisata Umum Asia Tenggara Kementerian Pariwisata hari ini (Minggu, 21/8/2016).

Menurut Ruben, pelaku idustri harus membuat produk baru yang inovatif sehingga setelah pameran ini wisatawan datang ke Indonesia. "Bahkan tidak brhenti hanya sampai di situ, mereka harus datang lagi dan lagi," kata Ruben.

Travel Revolution 2016 diikuti oleh 70 peserta dari Asia Timur, Asia Tenggara dan Eropa, dikoordinasi oleh 24 agen perjalanan besar Singapura, termasuk Chanbrother Travel, CTC Travel, dan SA Tours (21/8/2016).

Kementerian Pariwisata menampilkan destinasi unggulan. Guna menarik pengunjung panitia menyuguhkan pelayanan informasi pariwisata, gerai kopi, penampilan tim kesenian dengan kostum tradisional dayak dan virtual reality gear.

Maya Dewi, Director Sales & Marketing Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta, menilai pameran selama tiga hari cukup sukses mempromosikan pariwisata Indonesia. Hal senada diungkapkan oleh Ince Frica, sales executive Harris Resort Batam.

Meskipun pameran bertujuan hanya untuk promosi dan tidak ada penjualan langsung, namun minat wisatawan cukup tinggi yang tercermin dari komentar positif dan rencana perjalanan mereka ke Indonesia.

Titik Wahyuni, Asisten Deputi Direktur Kementerian Pariwisata, mengatakan bahwa potensi wisatawan yang menjadi target bukan hanya warga Singapura saja, melainkan ekspatriat yang ada di negeri jiran ini.

Titik menilai paket wisata bahari menjadi primadona di pameran pariwisata Travel Revolution. Alasannya, tren wisata bahari di Indonesia kian menanjak.

“Anak-anak muda mulai asyik dengan wisata bahari. Ini tren baru yang positif.”

Di Indonesia, wisata bahari terbagi dalam tiga kategori:

Pertama, wisata pesisir atau bentang pantai.

Kedua, wisata antarpulau yang juga dikenal dengan istilah island hopping.

Ketiga, wisata bawah laut, yang tengah diburu oleh para penyelam mancanegara.

Indonesia memiliki lebih dari 700 titik penyelaman dan snorkeling. Beberapa yang sudah punya pamor internasional adalah Bunaken, Wakatobi, Selat Lembeh, Pulau Weh, Alor, Derawan, juga Raja Ampat.

Destinasi lain yang juga tengah dikembangkan untuk wisata bahari adalah Sonegat, Pulau Keraka, Pulau Syahrir Batu Kapal, Pulau Hatta, serta Pulau Ai.

Tag : pariwisata, singapura
Editor : Lahyanto Nadie

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top