Gagal Panen, 70% Tembakau Petani di Pamekasan Rusak

Tanaman tembakau petani di Pamekasan, Jawa Timur pada musim panen kali ini rusak hingga 70 persen dari luas areal tanam di wilayah itu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Agustus 2016  |  04:52 WIB
Petani tembakau - Ilustrasi

Bisnis.com, PAMEKASAN - Tanaman tembakau petani di Pamekasan, Jawa Timur, pada musim panen kali ini rusak hingga 70% dari luas areal tanam di wilayah itu.

"Ini sesuai dengan hasil pemantauan lapangan yang kami lakukan, serta berdasarkan hasil koordinasi dengan perwakilan petani di sejumlah kecamatan," kata Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Pamekasan Fathorrahman kepada Antara di Pamekasan, Sabtu (20/8/2016) malam.

Dengan demikian, realisasi tanam tembakau tahun ini hanya 30% dari total luas lahan 32.205 hektare. Fathorrahman menjelaskan, realisasi tanam tembakau di Pamekasan rendah, karena banyak tanaman petani yang terendam banjir, akibat sering turun hujan pada kemarau kali ini.

Selain realisasi tanam rendah, kualitas tembakau petani Pamekasan pada musim panen tahun ini juga jelek, karena sering diguyur hujan. "Kualitas tembakau itu baik, jika kemarau bagus. Kalau sering turun hujan seperti musim tanam saat ini, maka bisa dipastikan kualitas jelek, dan aromanya juga kurang," ucap Paong, sapaan karib Fathorrahman itu.

Kalangan petani tembakau di Pamekasan memang mengakui, hujan yang sering turun selama ini memang menyebabkan kualitas tembakau jelek. Selain mengurangi aroma, juga bisa mengurangi berat jenis tembakau.

"Biasanya dalam 5.000 pohon tembakau kami bisa menghasilkan enam bal tembakau rajangan, kali ini hanya 3 bal. Jadi separuyhnya," ungkap petani tembakau asal Desa Larangan Slampar, Kecamatan Tlanakan kepada Zainul.

Zainul juga mengakui, berat jenis tembakau miliknya kini juga berkurang. Ia menuturkan dalam satu tempat pengering tembakau rajangan bisa memiliki berat jenis 3 kilogram, akibat sering diguyur hujan hanya 1,5 kilogram, bahkan ada yang hanya memiliki berat jenis 1 kilogram. "Penurunannya sangat drastis," terang Zainul.

Berbeda dengan Zainul yang masih bisa memanen tembakaunya meski kualitasnya jelek dan berat jenisnya turun, beda juga yang dialami petani tembakau di Kelurahan Jungcangcang Pamekasan, Saleh.

Pria yang juga tukang becak ini mengaku, awalnya ia menanam tembakau sebanyak 30.000 pohon dengan modal awal sekitar Rp5 juta. Namun, karena areal tembakaunya dilanda banjir, kini justru tidak ada hidup sama sekali.

"Ada milik tetangga yang memaksa menanam ulang, akhirnya mati semua juga seperti milik saya, karena lahannya, lahan sawah," tutur Saleh.

Data di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pemkab Pamekasan menyebutkan, luas areal tanam tembakau di Kabupaten Pamekasan mencapai 32.205 hektare, tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan di 13 kecamatan di wilayah itu.

Lahan ini terdiri dari lahan gunung, tegal dan lahan sawah. Lahan gunung mencapai 5.734 haktare, tersebar di tujuh wilayah kecamatan yakni Kecamatan Kadur seluas 794 hektare, Palengaan 1.077 hektare, Pakong 224 hektare, Waru 1.062 hektare, Batumarmar 896 hektare dan wilayah Kecamatan Pasean seluas 1.070 hektare.

Sedangkan lahan tegal seluas 15.922 hektare, tersebar di 13 kecamatan di Pamekasan dan untuk lahan persawahan mencapai 10.549 hektare.

Sumber : Antara

Tag : tembakau
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top