Aerocity Kertajati : Jabar Buka Investasi Listrik Swasta

Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka peluang swasta untuk berinvestasi dalam pemenuhan listrik di kawasan aerocity Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.
Adi Ginanjar, Wisnu Wage
Adi Ginanjar, Wisnu Wage - Bisnis.com 25 Agustus 2016  |  15:13 WIB
Rencana induk Kertajati Aerocity - Ilustrasi/skycrapercity.com

Bisnis.com, BANDUNG—Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka peluang swasta untuk berinvestasi dalam pemenuhan listrik di kawasan aerocity Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.
 
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jabar Eddy M Nasution mengatakan kebutuhan listrik di kawasan aerocity seluas 3.200 hektar akan sangat tinggi. Terutama untuk memenuhi pasokan bagi kawasan industri. “Untuk bandara butuh 150 MW, kalua untuk aerocity itu tidak cukup jadi butuh pasokan lain,” katanya di Bandung, Kamis (25/8).
 
Menurutnya pasokan listrik untuk bandara dan kawasan aerocity tidak bisa diambil dari satu pembangkit yang sama. Eddy mengaku BUMD PT BIJB sudah memikirkan harus ada investasi swasta untuk membangun pembangkit di sana. “Kalau untuk industri harus ada pembangkit tidak bisa listriknya fluktuatif karena akan mengganggu produksi,” paparnya.
 
Berbeda dengan Bandara Kertajati yang akan dipasok oleh PLN, kawasan aerocity pemenuhan listriknya harus dipersiapkan sejak awal. Eddy memastikan membangun pembangkit di lokasi industri, perumahan, dan aerospace park butuh waktu lama. “Ini harus diantisipasi dari sekarang, membangun pembangkit itu butuh 2-3 tahun,” tuturnya.
 
Pihak ESDM sendiri akan mendorong PT BIJB agar bisa menggaet swasta membangun pembangkit di sana karena dalam desain masterplan aerocity kebutuhan gardu dan pembangkit sudah ditetapkan. Menurutnya investasi swasta membangun pembangkit sudah dilakukan PT Cikarang Listrindo dan Bekasi Power di kawasan industri. “Kita mendorong supaya swasta masuk ke sana,” ujarnya.
 
Di tempat yang sama, Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas mengatakan investasi listrik swasta akan diarahkan ke energy center yang memiliki luas 190 hektar. Kawasan ini menurutnya khusus diperuntukan untuk pembangunan pembangkit listrik dan data center. “Ini arahnya IPP [produsen listrik swasta],” katanya.
 
Virda mengaku swasta yang berminat menanamkan modalnya di sector tersebut sudah banyak. Beberapa perusahaan seperti Bekasi Power sudah melakukan penjajakan pada pihaknya beberapa waktu lalu. “Nanti kita beauty contest saja untuk menentukan pemenangnya,” ujarnya.
 
Menurutnya kebutuhan listrik untuk aerocity setelah dihitung pembangkitnya bisa mencapai 450 MW. Pihaknya juga sudah melakukan pembicaraan dengan PLN terkait pemenuhan listrik di bandara agar pembangunan yang sedang berjalan sesuai dengan agenda fisik bandara.PLN sendiri menanamkan investasi Rp78 miliar di Kertajati.

Terpisah, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar sendiri masih menanggapi dingin tawaran ini.Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar Martin Benjamin Chandra mengaku prospek kawasan industri tersebut sangat baik untuk keberlangsungan pertumbuhan ekonomi di Jabar terutama bagian timur.
 
Namun investor masih menahan diri untuk tanamkan modalnya di aerocity akibat banyaknya dugaan mafia tanah, yang menjual lahan cukup tinggi. Kondisi tersebut memicu investor lebih memilih daerah lain yang lebih terbuka untuk berinvenstasi.
 
Padahal, wacana pembangunan aerocity sudah ada sejak lima tahun lalu yang berbarengan dengan proyek Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu)."Pengusaha tidak mau membeli tanah dari mafia yang sulit, jadi intinya Aerocity masih berputar dalam pembebasan tanah," katanya.

Tag : listrik swasta, kertajati, Aerocity
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top