Singapura Siap Bangun Pusat Pelatihan Simulator Penerbangan di Tangerang

Penyedia simulator penerbangan asal Singapura, SIMAERO ASIA berencana membangun pusat pelatihan simulator penerbangan di Tangerang Banten dengan nilai investasi sebesar US$50 juta, dan beroperasi mulai tahun depan.
Ringkang Gumiwang
Ringkang Gumiwang - Bisnis.com 25 Agustus 2016  |  02:01 WIB
Pameran pesawat udara - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Penyedia simulator penerbangan asal Singapura, SIM Aero Asia berencana membangun pusat pelatihan simulator penerbangan di Tangerang Banten dengan nilai investasi sebesar US$50 juta, dan beroperasi mulai tahun depan.

Business Development SIM Aero Asia Alex Teoh mengatakan laju pertumbuhan industri penerbangan Indonesia saat ini, termasuk paling cepat di Asia. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan kesempatan bagi perseroan untuk mengembangkan usahanya.

“Kami sudah mendapatkan izin dari BKPM [Badan Koordinasi Penanaman Modal]. Melalui anak usaha kami PT SIM Aero Indonesia, kami siap menyediakan jasa sewa peralatan simulator bagi maskapai Indonesia, dan sekitarnya,” katanya di Jakarta, Rabu (24/8/2016).

Alex Teoh menilai kebutuhan alat simulator penerbangan di Indonesia akan semakin tinggi ke depannya. Apalagi, saat ini, sejumlah maskapai Indonesia terus menambah armada guna memenuhi permintaan jasa angkutan udara yang terus meningkat.

Sayangnya, harga alat simulator penerbangan saat ini sangat mahal. Untuk satu alat simulator Airbus A320 saja, perlu merogoh kocek sekitar US$10 juta. Selain itu, biaya untuk perawatan alat simulator pun juga cukup besar.

“Padahal, setiap pilot itu wajib melakukan pelatihan menggunakan simulator setiap enam bulan sekali. Alhasil, banyak pilot yang terpaksa training ke luar negeri dengan biaya operasional yang tidak sedikit,” ujarnya.

Oleh karena itu, Alex optimistis SIM Aero Indonesia dapat ikut berkontribusi terhadap perkembangan industri penerbangan Indonesia pada masa mendatang, melalui pelatihan penerbangan yang berkualitas, dan sesuai dengan standar internasional.

Sejalan dengan itu, dia mengungkapkan SIM Aero Indonesia berencana mengadakan pertemuan dengan Direktorat Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan pada Maret 2017, bersamaan dengan kedatangan alat simulator dari Kanada.

“Kami akan meminta sertifikasi dari DGCA [Direktorat Perhubungan Udara RI] untuk alat simulator itu. Setelah persiapan dan lain sebagainya, alat simulator mulai beroperasi pada kuartal III/2017,” tuturnya.

Alex mengungkapkan perseroan berencana menyediakan tiga alat simulator dengan rincian satu simulator pesawat A320, dan dua alat simulator helikopter. Adapun, tarif sewa simulator sekitar US$400/jam untuk A320, dan US$800 untuk helikopter.

 

Tag : penerbangan
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top