OPERASIONAL TOL LAUT: Pemerintah Cari Cara Paling Efisien

Kementerian Perhubungan menyatakan tengah mengevaluasi program tol laut dan berencana mengubah sejumlah hal agar lebih efisien, salah satunya dengan mengurangi subsidi tol laut.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 25 Agustus 2016  |  02:57 WIB
Maritim Indonesia - Ilustrasi/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan menyatakan tengah mengevaluasi program tol laut dan berencana mengubah sejumlah hal agar lebih efisien, salah satunya dengan mengurangi subsidi tol laut.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah melihat sejumlah inefisiensi dalam program tol laut ditinjau dari tingkat okupansi pelayaran selama ini.

“Apa yang sudah jalan karena saya lihat tidak semua efesien. Nantinya, kita akan berbagi tugas antara PT Pelni dan swasta,” katanya, di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (24/8/2016).

Saat ini, pemerintah telah memiliki enam trayek pelayaran yang seluruhnya dioperasikan oleh PT Pelni dengan dana berasal dari subsidi pemerintah. Rencananya, pemerintah akan menambah tiga trayek lagi.

Dari hasil kajian sementara, Budi mengatakan ada tiga hal yang disoroti pemerintah. Pertama, untuk trayek tertentu, misalnya Jakarta-Makassar-Biak, pemerintah rencananya akan menyerahkan jalur Jakarta-Makassar untuk diambil swasta, sehingga baru dari Makassar-Biak lah yang disubsidi oleh pemerintah.

Artinya, ada bagian subsidi yang dikurangi dari yang sedang berjalan saat ini. “Jadi baru dari Makassar ke Papua itu yang kita adakan dengan tol laut subsidi. Jadi yang sudah melembaga [swasta], biarkan saja kita hidupkan. Karena efisiensi itu ditentukan dari okupansi kan,” ujarnya.

Kedua, dia berencana untuk bekerja sama dengan Pelindo II dan Pelindo IV untuk membuat pelabuhan baru di sejumlah titik. Dia mencontohkan daratan Papua yang selama ini lebih efisien dijangkau oleh udara.

Nantinya, dia merencanakan pembangunan dua pelabuhan, di daerah Kaimana dan Agats, Papua untuk menunjang aksesbilitas barang-barang dengan menentukan titik yang paling efisien untuk dituju.

Ketiga, Budi mengatakan pemerintah bisa memaksimalkan kapal pulang dari Papua menuju Jakarta untuk singgah dulu ke Nusa Tenggara Timur, dalam kaitannya mengangkut ternak sapi.

“Sekarang enggak efisien kan, dari sana bawa sapi, dari sini kosong. Jadi sedang dilihat untuk memanfaatkan kapal yang pulang dari Papua untuk mampir kesana sehingga sekalian jalan ke Jakarta,” ujarnya.

Budi mengatakan hal lainnya yang perlu segera diselesaikan adalah perihal pedagang. Dia sudah meminta Pelindo dan Pelni untuk merangkul wholesaler di wilayah setempat, sehingga barang bisa langsung diambil dan dijual dengan harga murah. Dia menjanjikan hasil evaluasi dapat selesai dalam dua pekan ini.

“Mungkin dalam dua minggu ini akan ada konsep baru tentang tol laut yang lebih efisien, lebih efisien itu ditunjukkan dari okupansi yang lebih tinggi, kita tidak ada benturan rute supaya semuanya berjalan efisien,” ujarnya.

Budi mengatakan salah satu evaluasi nantinya juga akan menghitung sejumlah anggaran yang harus disediakan.

Sebagai catatan, dalam pembacaan nota keuangan di DPR pekan lalu, Presiden Jokowi menyatakan pemerintah akan meningkatkan belanja untuk pembangunan tol laut dan pelayaran rakyat pada 2017.

Tag : Tol Laut
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top