Luhut Apresiasi Dibukanya Direct Call Wilayah Timur Indonesia

Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan memuji kinerja Dirut Pelindo IV Doso Agung yang berhasil membuka pelayaran langsung atau direct call dari wilayah Timur Indonesia dari negara tujuan sehingga terjadi peningkatan perekonomian hingga 8 persen.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 25 Agustus 2016  |  17:55 WIB
Luhut Pandjaitan saat membuka Rakor ke 2 Pelindo IV - dokumentasi

Bisnis.com, JAKARTA-Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan memuji kinerja Dirut Pelindo IV Doso Agung yang berhasil membuka pelayaran langsung atau direct call dari wilayah Timur Indonesia dari negara tujuan sehingga terjadi peningkatan perekonomian hingga 8 persen.

Luhut juga menugaskan Doso Agung untuk mensinergikan konektivitas wilayah Timur Indonesia dan membentuk tim bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Kapolda Sulsel, Pangdam serta asosiasi yang ada di wilayah Timur Indonesia lainnya

“Saya melihat Pelindo IV mengalami kemajuan besar dan ini prestasi luar biasa buat Dirutnya yang sekarang.  Saya dapat tugas langsug dari Presiden soal poros maritime dan kelancaran Tol Laut, oleh karenanya saya minta Dirut Pelindo IV untuk terus melanjutkan programnya hingga kesejehteraan masyarakat Makassar dan Timur Indonesia lainnya setara dengan Pulau Jawa, bila ada hambatan laporkan ke saya,” ujar Luhut dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com.

Luhut juga menginginkan Makassar nantinya menjadi pelabuhan Hub atau pengumpul untuk wilayah Timur Indonesia. Sebab semua barang komoditi yang mau dikapalkan harus lewat Surabaya dan Tanjung Priok sehingga biaya tinggi, sebab jika sudah terintegrasi semuanya akan murah

Untuk itu, Menko Maritim akan memanggil Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk membicarakan seluruh masalah kepelabuhanan supaya diserahkan ke Pelindo dan Perhubungan cukup menangani infrastruktur saja

“Saya minta supaya masalah pemanduan, tunda, pengelolaan pelabuhan yang dikelola Kementerian Perhubungan biar ditangani oleh Pelindo saja, Kemenhub biar fokus ke regulasi dan infrastruktur,” kata Luhut. “Sebab kalau tetap dikelola kementerian maka pemeliharaannya akan menjadi beban APBN.

Sementara itu Doso agung dalam sambutannya meminta dukungan Menko Maritim agar mensupport apa yang sudah dikerjakannya. "Kami sudah bekerja dengan Pak Gubernur dan tim instansi lainnya di sini, tapi kami perlu sekali dukungan dari Pak Menko Maritim untuk meningkatkan konektivitas dan produktivitas karena banyak regulasi yang menghambat kemajuan Timur Indonesia," ujar Doso Agung.

Menurut Doso, wilayah  Timur Indonesia luasnya 50 persen dari luas Indonesia dan memiliki sumber daya yang luar biasa, namun selama ini hasil pajaknya tidak masuk ke Pemda Sulawesi dikarenakan muatan ekspor hasil bumi Makassar dikirim ke luar negeri melalui Pelabuhan Surabaya dan Tanjung Priok akibatnya  double handling harus berulang kali barang turun naik kapal menyebabkan biaya tinggi.

Doso menegaskan Pelindo IV siap menjalankan perintah yang diinginkan Menko Maritim untuk mengelola kembali pelabuhan-pelabuhan UPT yang selama ini dikelola Kementerian Perhubungan. Saat ini jumlah pelabuhan yang dikelola Pelindo I sampai IV sekitar 130 pelabuhan, sedangkan yang dikelola Kemenhub ada 900 pelabuhan.

Doso mengungkapkan untuk  tahap awal, direct call di Pelindo IV sudah berjalan di Pelabuhan Makasar disusul di Balikpapan, Bitung, Jayapura dan Sorong

Gubernur Sulawesi Selatan  Syahrul Yasin Limpo kepada Menko Maritim mengeluhkan regulasi di pemerintah pusat penyebab terhambatnya pengembangan perekonomian di sejumlah daerah. Namun dia mengakui sejak dibukanya pelayaran langsung dari luar negeri ke Makassar dalam kurun setahun ini terjadi peningkaan pertumbuhan ekonomi di Makassar sebesar 8,05 persen

“Kami punya emas,  minyak, gas, semen, nikel, tambang, rumput laut dan masih ada 34 komoditi lainnya yang selama ini diekspor ke luar negeri melalui pulau Jawa. Seharusnya kehidupan masyarakat kami menjanjikan, tapi karena pemerintah lebih banyak memperhatikan Pulau Jawa dan regulasi yang cukup panjang, menjadikan daerah kami tertinggal, padahal masa depan Indonesia adanya di Timur Indonesia,” kata gubernur.

Tag : Luhut Pandjaitan, kemenko maritim dan sumber daya
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top