Ekonomi Lesu, Permintaan Hewan Kurban Diprediksi Turun 30% di Sumbar

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat memperkirakan permintaan sapi untuk kebutuhan kurban di hari raya Idul Adha tahun ini, turun hingga 30% di daerah itu mengingat masih seretnya pertumbuhan ekonomi.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 25 Agustus 2016  |  00:06 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, PADANG - Pemerintah Provinsi Sumatra Barat memperkirakan permintaan sapi untuk kebutuhan kurban pada Iduladha tahun ini, anjlok hingga 30% di daerah itu mengingat masih seretnya pertumbuhan ekonomi.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar Erinaldi menyebutkan terjadi penurunan permintaan hewan kurban untuk sapi dan kambing hingga mencapai 30% di daerah itu.

“Tahun ini cenderung turun, sampai 30%. Saya kira karena bertepatan dengan tahun ajaran baru, jadi masyarakat lebih mempriotaskan kebutuhan untuk pendidikan,” katanya, Selasa (23/8/2016).

Menurutnya, masih belum optimalnya pemulihan ekonomi akibat anjloknya harga komoditas pokok, seperti sawit dan karet, serta bertepatan dengan tahun ajaran baru, membuat permintaan sapi kurban menurun.

Dia mengungkapkan perkiraan permintaan sapi kurban di Sumbar hanya berkisar 30.000 ekor hingga 35.000 ekor dan kambing di kisaran 5.000 ekor. Perkiraan itu jauh lebih rendah dari realisasi kurban tahun sebelumnya yang mencapai 40.000 ekor di seluruh Sumbar.

Erinaldi memastikan pasokan hewan untuk kurban sudah terpenuhi, dan didatangkan dari sejumlah daerah penghasil sapi Sumbar, seperti Kabupaten Limapuluh Kota, Pesisir Selatan, Agam, Dharmasraya, dan luar provinsi Sumbar.

Untuk harga, satu ekor sapi jenis pesisir maupun sapi Bali dijual di kisaran Rp12 juta hingga Rp13 juta. Selain soal ketersediaan pasokan, Erinaldi menuturkan pemda sudah melakukan pengecekan kesehatan hewan dan memastikan hewan kurban bebas dari penyakit.

Bahkan, setiap ternak yang akan digunakan sebagai hewan kurban sudah harus mendapatkan sertifikat kesehatan dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskewan). “Jadi ada persyaratan wajib bagi pengurus kurban, hewannya harus tersertifikat dari Puskewan, sehingga terjamin,” ujarnya.

Adapun, untuk kebutuhan pasokan daging harian di Sumbar, Erinaldi menjamin tidak ada kendala. Karena produksi daging daerah itu sudah surplus, bahkan mengisi kebutuhan daging di provinsi tetangga, Riau dan Jambi.

Dia menyebutkan kebutuhan daging daerah itu berkisar 700 kg–1.000 kg per hari. Artinya dengan sapi potong yang mempunyai berat rerata 100 kg per ekor maka dalam sehari minimal dibutuhkan 10 ekor.

Mengacu perhitungan tersebut, maka kebutuhan sapi di Sumbar hanya sekitar 3.000 ekor per bulan, dan dipastikan terpenuhi dari stok yang ada. Termasuk sapi milik masyarakat dan peternakan integrasi dengan perkebunan sawit.

Tag : sumbar
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top