Cegah Karhutla, BRG Minta Pebisnis Sawit dan Hutan Manfaatkan La Nina

Badan Restorasi Gambut meminta perusahaan memanfaatkan La Nina untuk meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Gemal Abdel Nasser P.
Gemal Abdel Nasser P. - Bisnis.com 30 September 2016  |  14:50 WIB
Helikopter BNPB jenis MI-8 melakukan pengeboman air di atas areal hutan dan lahan yang terbakar di Desa Medang Kampai, Dumai, Riau, Selasa (9/8). - Antara

Bisnis.com, PEKANBARU - Badan Restorasi Gambut meminta perusahaan memanfaatkan La Nina untuk meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Deputi Bidang Penelitian dan Pengembangan Badan Restorasi Gambut Haris Gunawan mengatakan La Nina menguntungkan karena bisa membasahi lahan gambut. La Nina menyebabkan tingginya curah hujan.

"Tahun ini Riau dan daerah gambut lain diuntungkan dengan adanya La Nina, tidak seperti tahun lalu Indonesia diterpa badai El Nino yang menyebabkan musim kemarau panjang," katanya, saat di Pekanbaru, Jumat (30/9/2016).

Tahun ini, BRG akan merestorasi 600.000 ha lahan gambut yang ada di Riau, Jambi, Papua, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Dalam lima tahun ke depan, BRG akan merestorasi 2,6 juta ha lahan gambut di provinsi itu.

Haris mengatakan pihaknya fokus kepada perbaikan tata air di lahan gambut. Upaya itu dilakukan dengan pembuatan sekat kanal yang akan menggunaka dana APBN.

BRG juga tengah menunggu investor dari Jepang dan Amerika Serikat yang akan menanamkan modalnya untuk restorasi gambut di Indonesia. Haris mengatakan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah menawarkan kepada investor asing. Restorasi gambut juga berguna untuk menghasilkan gas karbon.

Pihak perusahaan pemegang izin Hutan Tanaman Industri di Riau PT Riau Andalan Pulp and Paper (April Group) akan membangun 938 sekat kanal, khususnya di wilayah pesisir Riau, yaitu kabupaten yaitu Pelalawan, Kepulauan Riau dan Siak.

"Badai La Nina dimanfaatkan untuk melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan," kata Direktur PT RAPP Rudi Fajar.

Sementara itu, APP Sinar Mas yang juga pemegang izin HTI di Riau juga akan memanfaatkan momen La Nina dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Dalam restorasi gambut, APP Sinar Mas memperdayakan masyarakat untuk membuat pertanian hortikultura.

Terpisah, Sugarin, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mengatakan badai tersebut akan meningkatkan curah hujan yang tinggi. badai La Nina membuat titik panas dan titik api di Riau nihil.

"Artinya, La Nina mampu meredam kebakaran hutan dan lahan dan membuat Riau bebas asap selama 18 tahun," katanya.

Dia menjelaskan La Nina merupakan fenomena mendinginnya suhu muka laut di Samudera Pasifik area khatulistiwa dan mendorong bertambahnya suplai uap air bagi Indonesia sehingga curah hujan akan cenderung meningkat.

La Nina adalah gejala gangguan iklim yang diakibatkan suhu permukaan laut Samudera Pasifik dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Akibat dari La Nina adalah hujan turun lebih banyak di Samudera Pasifik sebelah barat Australia dan Indonesia. Dengan demikian di daerah ini akan terjadi hujan lebat dan banjir di mana-mana.

La Nina terjadi karena angin pasat bertiup dengan kencang dan terus menerus melewati Samudera Pasifik menuju Australia. Angin pasat ini akan mendorong lebih banyak air hangat di Samudera Pasifik menuju Australia Utara sehingga hujan hanyak turun di Samudera Pasifik Barat, Australia Utara dan Indonesia.

Namun, badai La Nina dikhawatirkan dapat menyebabkan bencana banjir di beberapa daerah, terutama di Riau. BMKG meminta pemerintah dan warga untuk mewaspadai banjir seperti yang terjadi awal tahun lalu.

Tag : Karhutla
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top