Indonesia Sabet Special Prize, The Best Booth Marine, and Diving di Jepang

Kementerian Pariwisata menyabet gelar The Best Booth Marine and Diving dalam pameran Marine Diving Fair, Tokyo.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 12 April 2017  |  07:29 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pariwisata menyabet gelar ‘The Best Booth Marine and Diving’ dalam pameran Marine Diving Fair, Tokyo.

”Booth Indonesia yang diisi oleh 10 operator diving dari Indonesia  layak mendapatkan Special Prize dengan predikat sebagai yang terbaik karena tidak saja design boothnya yang artistik tetapi juga menarik dengan ikon unggulan Kapal Phinisi,” kata  President Marine Art Center Itsumi Tateishi, mengutip keterangan resminya, Selasa (11/4).

Selama pameran berlangsung yakni 7-9April 2017, booth Indonesia rata-rata dikunjungi oleh 850 orang perhari. Selain memperlihatkan keindahan alam bawah laut Indonesia, Booth Wonderful Indonesia itu juga banyak disii oleh acara seperti presentasi spot diving oleh Ketua Bidang Wisata Bawah Laut Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Cipto Aji Gunawan, produk-produk yang dijual oleh operator diving, juga testimoni para divers yang pernah menikmati keindahan bawah laut Indonesia.

Dalam pameran tersebut, Indonesia memperkenalkan potensi wisata bahari Tanah Air. Khususnya wisata selam yang segmentasinya masuk ke dalam kategori niche market. Ini juga untuk menggenjot perolehan target kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2017 sebanyak 15 juta orang.

”Selama ini poinnya adalah Paviliun Indonesia selalu mengangkat keindahan alam, keanekaragaman budaya serta keramahtamahan masyarakat yang diimplementasikan di setiap mengikuti pameran international,” ujar Asdep Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Ricky Fauzi. 

Seperti diketahui, terumbu karang yang ada di lautan Indonesia menyumbang 18% dari luas total terumbu karang dunia. Indonesia juga memiliki lebih dari 55 destinasi diving dan lebih dari 1.500 dive spots yang tersebar dari Pulau Weh di Aceh hingga Cendrawasih Bay di Papua. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan seluruh negara di dunia.

 

Tag : pariwisata
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top