Kemenristekdikti Gandeng Dua Kementerian Teliti Aviation Biofuel

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menggulirkan kebijakan dan program mendukung upaya pemenuhan kebutuhan biofuel termasuk untuk penerbangan dari produksi dalam negeri.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 12 April 2017  |  17:22 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menggulirkan kebijakan dan program mendukung upaya pemenuhan kebutuhan biofuel termasuk untuk penerbangan dari produksi dalam negeri.

 Sebagai permulaan, Kemenristekdikti melalui Direktorat Lembaga Penelitian dan Pengembangan, Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti bekerja sama dengan Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, serta didukung ICAO Enviroment Project menyelenggarakan Technical Workshop on Aviation Biofuel di Hotel Mandarin Oriental pada Senin (10/4/2017).

Tujuan workshop ini adalah dukungan kebijakan pemerintah dalam pengembangan aviation biofuel termasuk menjalin kerjasama riset  di bawah koordinasi tiga kementerian yaitu Kemristekdikti, Kementerian Perhubungan dan Kementerian ESDM.

”Pengembangan dimaksud antara lain identifikasi, teknologi produksi, feed-stock serta potensi dan kapasitas lembaga penelitian,” ujar Kemal Prihatman, Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemenristekdikti dalam keterangan tertulis, Rabu (12/4/2017).

Lebih jauh Kemal mengatakan, terkait dengan Aviation Biofuel, meskipun secara teori biofuel untuk penerbangan dapat diproduksi melalui beberapa metoda/pathways dan dari berbagai bahan baku, namun pada kelaikannya banyak tergantung dan ditentukan oleh berbagai aspek. Antara lain isu keberlanjutan, ketersedian feed-stock, tingkat kesiapan teknologi yang dipakai, dan kelayakan ekonomi.

Target dari kementerian tahun depan akan mensupport kegiatan riset bersama dengan fokus energi baru terbarukan, tahun depan sudah akan memulai riset bersama centre of excelent. “Pada Prinsipnya Kemenristekdikti mendukung secara keseluruhan untuk bisa mengimplementasikan pemanfaatan bio fuel untuk aviate” imbuhnya.

Salah satu regulasi bagi maskapai yang ingin terbang ke Amerika Serikat adalah menggunakan avtur biofuel. “Karena itu, kita harus mendorong agar dunia penerbangan Indonesia menggunakan bahan bakar pesawat berjenis biofuel dalam rangka mengurangi emisi, agar setelah tahun 2020 tidak ada lagi kenaikan emisi karbon. Beberapa negara yang  menjual avtur biofuel adalah Eropa,  Brazil dan AS dan lain sebagainyajar," Wendy Aritenang, senior National Expert on Aviation Environtment, ICAO (International Civil Aviation Organization). 

Tag : biofuel, menristekdikti
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top