Pemerintah Segera Kelola Perikanan Sungai

Pemerintah mulai mengelola perikanan darat tahun ini dengan membangun 10 pangkalan pendaratan ikan sungai.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 12 April 2017  |  19:47 WIB
Sungai Batanghari - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah mulai mengelola perikanan darat tahun ini dengan membangun 10 pangkalan pendaratan ikan sungai. Dengan pengelolaan itu, target nilai produksi perikanan darat 2017 diakselerasi dari semula Rp11,6 triliun menjadi Rp23,1 triliun.

Sepuluh PPI itu akan dibuka di sungai Musi, Batanghari, Kapuas, Serayu, Bengawan Solo, Brantas, Mahakam, Kampar, Siak, dan Citanduy. Kementerian Kelautan dan Perikanan akan mengelolanya sebagai wilayah pengelolaan perikanan perairan umum daratan (WPP PUD).

Dirjen Perikanan Tangkap KKP Sjarief Widjaja mengatakan produksi perikanan sungai selama ini tidak tercatat dengan baik, padahal di dalamnya terkandung potensi ikan domestik yang luar biasa, seperti ikan gabus, belida, jelawat, dan wader.

Keberadaan pangkalan pendaratan ikan (PPI) sungai, ujar dia, akan memperbaiki pencatatan. Bersamaan dengan itu, target volume produksi perikanan tangkap darat dikerek dari semula 480.000 ton menjadi 1 juta ton.

"Perahu-perahu akan menempel di situ (PPI). Kami akan catat (hasil tangkapannya)," kata Sjarief, Rabu (12/4/2017).

Dia menjelaskan konsep WPP PUD akan dijabarkan dengan pembangunan suatu kawasan konservasi sungai di titik tertentu, pemerintah akan menebar (restocking) benih ikan domestik (jenis asli perairan darat setempat). Suaka konservasi itu akan ditutup secara permanen dari kegiatan penangkapan. Ikan yang dapat ditangkap adalah ikan yang keluar dari wilayah suaka.

Sjarief memberi contoh, di WPP PUD sungai Musi, kawasan konservasi akan dibuat di Danau Ulak Lia yang selama ini merupakan tempat perlindungan ikan saat musim kering. Di suaka itulah, restocking ikan jelawat, baung, betok, dan tambakan, akan dilakukan.

"Ketika banjir, dia (ikan-ikan) akan masuk ke sungai Musi. Terus mengalir, sampai pada ukuran tertentu, dia boleh ditangkap," jelasnya.

Di PPI itu pula, pemerintah akan membangun sejumlah fasilitas, seperti pangkalan solar dan toko bahan pokok. Dengan demikian, nelayan dapat menjual ikan dan membeli bahan pokok di satu tempat. Selain itu, pusat kuliner perikanan akan dibangun dengan nama Sekayu Waterfront. Kapal pengawas perikanan sungai juga akan diadakan.

Pemerintah menganggarkan Rp25 miliar yang akan dialokasikan secara merata untuk membangun 10 PPI sungai itu.

Tag : perikanan tangkap
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top