Syngenta Maksimalkan Kapasitas Pabrik Benih Jagung

Sales Capability ASEAN and Head of Corporate Affair Indonesia Midzon Johannis menyampaikan benih jagung masih menjadi bisnis utama PT. Syngenta Indonesia. Saat ini, kapasitas pabrik pengembangan benih jagung di Pasuruan, Jawa Timur mencapai 8.000 ton per tahun, tetapi baru terpakai 40%.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 14 April 2017  |  18:05 WIB
Petani memanen tanaman jagung. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Sales Capability ASEAN and Head of Corporate Affair Indonesia Midzon Johannis menyampaikan benih jagung masih menjadi bisnis utama PT. Syngenta Indonesia. Saat ini, kapasitas pabrik pengembangan benih jagung di Pasuruan, Jawa Timur mencapai 8.000 ton per tahun, tetapi baru terpakai 40%.

Syngenta, kata dia, masih akan memaksimalkan kapasitas yang ada untuk memenuhi permintaan benih jagung seiring dengan kebijakan pemerintah melakukan pengetatan impor jagung. Meski demikian, pengembangan kapasitas masih dimungkinkan mengingat masih tersisa lahan pabrik yang belum dibangun yakni 2 ha atau 20% dari luas lahan 10 ha.

“Masih ada potensi untuk mengembangkan pasar dalam beberapa tahun ke depan. Apalagi pemerintah mengatakan tidak impor jagung,” katanya.

Syngenta Indonesia juga masih memaksimalkan kapasitas pabrik pestisida di Gunung Putri, Bogor, yang baru terpakai 60% dari kapasitas produksi 1,5 juta liter per bulan.

Selain memaksimalkan kapasitas pabrik, tahun ini Syngenta fokus pada registrasi benih padi ke Kementerian Pertanian agar bisa segera dilepas ke pasar, setelah sejak 6 tahun lalu fokus mengembangkan benih padi hibrida. PT Syngenta Indonesia menargetkan dapat merilis benih padi hibrida ke pasar pada 2019.

Tag : pertanian
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top