Berkat Temuan Ini, Identifikasi Ikan Air Tawar Jadi Mudah

Identifikasi ikan air tawar Indonesia kini menjadi mudah menyusul penemuan produk iktiologi oleh Sekolah Tinggi Perikanan (STP) berupa Gecif (Generic Classification of The Indonesias Freshwaterfishes) atau identifikasi generik ikan air tawar Indonesia.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 14 April 2017  |  20:10 WIB
Ilustrasi perikanan - Antara/Fanny Octavianus

Bisnis.com, JAKARTA -- Identifikasi ikan air tawar Indonesia kini menjadi mudah menyusul penemuan produk iktiologi oleh Sekolah Tinggi Perikanan (STP) berupa Gecif (Generic Classification of The Indonesia’s Freshwaterfishes) atau identifikasi generik ikan air tawar Indonesia.

Siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jumat (14/4/2017), menyebutkan  produk itu diluncurkan di Laboratorium Biologi dan Konservasi (Lab. Biovasi) STP, Jakarta Selatan, bertepatan dengan ulang tahun pertama laboratorium itu kemarin.

Selama ini, identifikasi ikan air tawar itu belum ada karena pengerjaannya rumit dan kompleks, terutama pada validitas nomenklatur spesies dan genus. Ketua STP Mochammad Heri Edy mengapresiasi hasil kerja dosen dan taruna yang mampu menghadirkan solusi bagi para pengkaji sumberdaya ikan dan pengelolaannya.  

"Karya produk seperti inilah yang diharapkan muncul secara berlanjut di pendidikan tinggi vokasional,” ujar Heri dalam siaran pers itu.

Pengerjaan Gecif dilakukan oleh taruna Program Studi Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Perairan (TPS) di bawah bimbingan grup dosen kesubrumpunan biotekologi. Hasil ulasan mereka menunjukkan saat ini Indonesia memiliki ikan air tawar sebanyak 1.240 spesies valid, yang tergabung ke dalam 301 genera, 85 famili, dan 21 ordo. 

Kepala Lab dan dosen TPS Heri Triyono mengatakan masyarakat sulit mengidentifikasi jenis spesies ikan air tawar  di Indonesia karena tidak adanya penuntun (guideline) yang mudah dipahami atau minimal level genus atau familinya diketahui. Atas dasar ini, dosen dan taruna TPS berupaya menghadirkan perangkat yang bermanfaat untuk identifikasi.

Didi Hidayat, perwakilan taruna yang menyelesaikan program tersebut menuturkan, dia dan tim membutuhkan 10 hari untuk menyelesaikan Gecif. Menurut dia, hal yang paling sulit adalah menentukan spesies atau genus yang valid saat ini mengingat beberapa spesies dan genus telah mengalami perubahan atau akuisisi nama. Mereka menggunakan enam penelesuran online untuk memastikan validitas suatu nomenklatur genus.

Di sisi lain, Kadarusman, dosen, saintis senior, dan salah satu taksonom Indonesia, mengarahkan para taruna untuk mengakses data dan menyusun produk iktiologi ini, kemudian meneruskan kepada masyarakat agar dapat mengidentifikasi jenis (level genus) ikan air tawar yang didapatkan. Masyarakat pun dapat mengakses produk ini secara online, yakni melalui pranala http://bit.ly/2o8oH0E

“Insyaallah produk saintifik ini memberikan manfaat sebagai field guide identifikasi level genus yang mudah dipahami oleh semua kalangan, dan dapat dibawa ke mana saja,” ujarnya.

Tag : ikan air tawar
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top