Universitas Sahid Bakal Buka Empat Program Baru

Universitas Sahid berencana menelurkan empat program yakni Fakultas Kedokteran, Fakultas Kepariwisataan, Magister Hukum, dan Doktor Ilmu Ekonomi sebagai pengembangan bisnis ke depan.Universitas Sahid berencana menelurkan empat program yakni Fakultas Kedokteran, Fakultas Kepariwisataan, Magister Hukum, dan Doktor Ilmu Ekonomi sebagai pengembangan bisnis ke depan.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 17 April 2017  |  03:16 WIB
Ketua Umum Yayasan Sahid Jaya Nugroho B. Sukamdani (kedua kanan) berbincang dengan Rektor Universitas Sahid Rahman Abdullah (dari kiri), Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Perencanaan dan Sistem Informasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Kartina dan Kepala Bagian Umum Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nandang Suherman sebelum acara prosesi Wisuda ke-38 Universitas Sahid (USAHID) di Jakarta, Rabu (12/4). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Universitas Sahid berencana menelurkan empat program yakni Fakultas Kedokteran, Fakultas Kepariwisataan, Magister Hukum, dan Doktor Ilmu Ekonomi sebagai pengembangan bisnis ke depan.

Keempat program tersebut dinilai memiliki prospek cerah untuk menggenjot nilai-nilai kewirausahaan di Indonesia. Lebih jauh, Universitas Sahid memang memiliki visi utama untuk menciptakan wirausaha-wirausaha muda di Indonesia.

Yang istimewa, dalam waktu dekat, Universitas Sahid juga berencana untuk bekerjasama membuka Magister dan Doktor Kepariwisataan dengan Universite D’Angers Prancis.

“Juni tahun ini, saya akan berangkat ke Prancis untuk menindaklanjuti kerja sama ini. Tidak tertutup kemungkinan, Universitas Sahid dapat menyediakan gelar triple degree dengan Universite D’Angers dan Universitas Udayana di Bali,” kata Ketua Umum Yayasan Sahid Jaya Nugroho Sukamdani di Jakarta, Minggu(16/4/2017).

Menurutnya, perluasan kerja sama pendidikan dan pembukaan program baru di sektor pariwisata merupakan peluang yang sengat menjanjikan saat ini. Pasalnya, dia menyebutkan pariwisata memberikan kontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan pekerjaan, peningkatan devisa negara, dan meningkatkan daya kreatifitas bangsa.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), perolehan devisa di sektor pariwisata menunjukkan kenaikan yang cukup konsisten. Pada 2013, nilai devisa mencapai US$10,05 miliar, lalu tumbuh menjadi US$11,16 miliar pada 2014, dan US$12,58 miliar pada 2015.

Soal kompetensi, Nugroho menyebutkan Universitas Sahid sudah bekerjasama dengan sejumlah mitra franchise antara lain J.CO Donuts & Coffee, Starbucks, Pizza Hut, dan Bread Talk. Kerja sama tersebut memungkinkan lulusan Universitas Sahid untuk mengantongi sertifikat pengalaman kerja di toko-toko tersebut.

“Jadi, ketika mereka sudah lulus, lulusan kami akan memiliki sertifikat kelulusan sekaligus sertifikat pengalaman magang mereka. Bahhan, sekarang Accor Group tidak mau ambil risiko lagi dalam merekrut sumber daya manusia sehingga mereka mengandalkan lulusan Universitas Sahid untuk mengisi pekerjaan di sana,” tekannya.

Guna memenangkan persaingan kerja di level nasional hingga internasional, Universitas Sahid juga sudah bekerjasama dengan lembaga sertiifikasi profesi. Nantinya, diharapkan sertifikasi tersebut bisa menjadi bekal lulusan universitas untuk bersaing di pasar kerja.

Tag : sahid
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top