RAMADAN 2017: Kelancaran Distribusi Jadi Perhatian

Kelancaran distribusi menjadi perhatian pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga kestabilan harga serta pasokan bahan pokok jelang Ramadan
Anissa Margrit | 17 April 2017 21:06 WIB
Ilustrasi. - .

 

Bisnis.com, JAKARTA— Kelancaran distribusi menjadi perhatian pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga kestabilan harga serta pasokan bahan pokok jelang Ramadan.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengakui distribusi masih menjadi kendala di lapangan, meskipun harga sejumlah bahan pokok telah ditetapkan. Seperti diketahui, per 10 April 2017 Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan harga eceran Ttrtinggi (HET) gula, daging, dan minyak goreng kemasan sederhana.

“Yang jadi soal distribusinya masih belum masif, belum merata. Di beberapa toko terjadi kekurangan stok karena demand tinggi sekali,” ujar dia usai bertemu dengan pelaku usaha sawit, Senin (17/4/2017).

Padahal, lanjut Enggar, harga tersebut berlaku hingga selepas Ramadan. Pada September 2017, bakal diadakan evaluasi terhadap kebijakan itu.

Kemendag mengklaim memiliki stok gula 460.000 ton, daging lebih dari 70.000 ton, beras mencapai 2 juta ton, dan minyak goreng curah 1,5 juta ton. Semua bahan pokok tersebut dapat digelontorkan sewaktu-waktu jika ada indikasi kenaikan harga atau stok di pasar bermasalah.

Chairman Sinar Mas Group Franky Widjaja juga menyatakan kelancaran distribusi perlu dijaga.

“Estimasi konsumsi minyak curah 3 juta-3,5 juta per tahun. Jadi imbauan Kemendag ini cukup untuk setengah tahun. Tinggal distribusinya saja,” sebut dia.

Kewajiban pendaftaran dan pelaporan stok bagi distributor dan sub distributor diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya aksi spekulasi atau penimbunan bahan pokok yang marak terjadi menjelang Hari Raya. (AMA)

Tag : Ramadan
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top