Permintaan Bakal Melonjak hingga 2019

Pasar bahan konstruksi di Tanah Air diperkirakan berkembang pesat hingga 2019.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 17 April 2017  |  19:32 WIB
Aktivitas di proyek pembangunan Light Rapid Transit (LRT) di Kelapa Gading, Jakarta. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Pasar bahan konstruksi di Tanah Air diperkirakan berkembang pesat hingga 2019.

Manager Pengadaan PT Marga Mandala Sakti Nanse Davy mengatakan, peningkatan bahan baku sektor infrastruktur didorong oleh pengerjaan proyek infrastruktur seperti pembangunan jalan tol yang juga meningkat.

Menurutnya, bahan konstruksi untuk pembangunan jalan tol saat ini mulai susah didapatkan karena tingginya permintaan.

"Ini material yang nomor satu sangat jarang sekarang karena rebutan. Semua lagi bikin proyek yang sama-sama ditargetkan hingga 2019," kata Nanse kepada Bisnis, Senin (17/4/2016).

Sekretaris Jenderal Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) Zali Yahya juga menilai bahwa gairah investasi di sektor infrastruktur, khususnya, akan meningkat pada 2017 dan terus berlanjut 2018. Hal itu ditopang baik dari belanja pemerintah, BUMN, maupun investor.

“Saat ini lebih bergairah sektor infrastruktur walaupun properti melemah. Namun, AKI berpesan agar pemerintah dan pelaku industri harus betul-betul jeli memilih prioritas yang sesuai kemampuan fiskal supaya proyek berjalan efektif,” ujarnya.

Dia berpandangan, pemerintah selama ini terlalu optimistis dalam memproyeksikan penerimaan negara. Akibatnya, ketika realisasinya kurang dari target, pemerintah melakukan pemotongan anggaran yang berimbas pada mundurnya pelaksanaan sejumlah proyek.

“Kalau perencanaan kita baik, 50% pekerjaan kita harus selesai. Selama ini kualitas perencanaannya masih jauh [dari optimal] juga tidak, tetapi kualitasnya harus terus menerus menjadi semakin baik,” kata Zali.

Tag : konstruksi, jalan tol, kontraktor
Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top