2017, Tiga Perusahaan Pakan Ternak Ekspansi

Tiga perusahaan pakan ternak melakukan ekspansi dengan membangun pabrik baru tahun ini, seiring prediksi pertumbuhan industri pakan ternak nasional yang berkisar 6%-7%.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 17 April 2017  |  18:28 WIB
Petani merontokkan jagung untuk bahan baku pakan ternak di daerah Wanaraja Kabupaten Garut, Jawa Barat. - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Tiga perusahaan pakan ternak melakukan ekspansi dengan membangun pabrik baru tahun ini, seiring prediksi pertumbuhan industri pakan ternak nasional yang berkisar 6%-7%.

Sejumlah pabrik pakan itu yakni pabrik pakan ternak milik CJ Group di Banjar Baru Kalimantan Selatan, New Hope Group di Makasar, dan Cargill di Kraton Jawa Timur. Pembangunan tiga pabrik tersebut artinya menambah jumlah pabrik pakan ternak di Tanah Air menjadi 90 pabrik pakan ternak.

Ketua Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) Desianto B. Utomo menyampaikan pertumbuhan usaha pakan ternak mencapai 10%-12% selama tujuh tahun terakhir. Hal ini didorong penambahan populasi dari breeding farm, sehingga membutuhkan pakan lebih banyak.

“Dengan daya beli yang lebih baik turut mendorong permintaan dan konsumsi produk unggas. Pada 2020, produksi pakan ternak diprediksi 27,6 juta ton per tahun,”ujarnya, Senin (17/4/2017).

Tiga pabrik tersebut berkapasitas produksi rata-rata 300.000 - 500.000 ton per tahun dengan investasi US$40-US$60 per ton. Pada tahun sebelumnya, empat pabrik pakan juga dibangun yakni New Hope Group di Lampung dan Semarang, Malindo Feedmill di Makasar, dan CJ Group di Semarang.

Meski demikian, industri pakan sepanjang tahun ini menghadapi tantangan lebih berat karena ambisi Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang tidak mengizinkan impor jagung. Jagung berkontribusi 50% bahan baku utama pakan ternak.

Pengetatan impor jagung mulai dirasakan sejak tahun lalu dimana volume impor jagung pada 2016 dibatasi 850.000 ton, turun drastis dibanding tahun sebelumnya sebanyak 3,1 juta ton. Sementara, tren menunjukkan permintaan jagung terus naik seiring bertumbuhnya industri pakan ternak.

Tantangan lain, imbuh Desianto, pengetatan impor jagung turut mengerek harga jagung lokal lebih tinggi. Bahkan, dia menyebut harga jagung di Tanah Air tertinggi di dunia yakni Rp4.700, jauh lebih tinggi dari harga jagung dunia yang hanya Rp3.100. Akibatnya, harga jagung turut mengerek harga pakan menjadi lebih tinggi, yang berimbas pada Harga Pokok Produksi.

Dengan demikian, menurutnya, penting bagi pemerintah memastikan swasembada jagung dengan harga jual yang kompetitif.

"Artinya kebutuhan jagung sangat vital di industri ini. Sebanyak 72% pakan di pabrik pakan adalah untuk pakan ayam. Dan 50% itu disumbang oleh jagung," katanya.

Tag : pakan ternak
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top