Ingin Tangkal Hoax, Pegiat Media Bentuk AMSI

AMSI juga akan menggandeng seluruh layanan over the top (OTT) global seperti Facebook dan Twitter
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 18 April 2017  |  16:23 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Para pemimpin redaksi media digital nasional mendeklarasikan pendirian Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) sebagai salah satu upaya menangkal berita palsu atau hoax yang marak beredar di Indonesia.

Wenseslaus Manggut, Ketua Presidium AMSI menjelaskan ‎AMSI adalah upaya mengembalikan kepercayaan publik terhadap media digital yang belakangan ini meredup karena banyaknya berita hoax yang beredar.

"Bukan hanya karena hoax ya, tapi alasan kami deklarasikan asosiasi ini agar industri digital ini lebih sehat dan positif untuk publik agar dipercaya oleh publik dan kalangan bisnis," tuturnya di sela-sela acara Deklarasi AMSI di Jakarta, Selasa (18/4).

Pemimpin Redaksi Merdeka.com tersebut menjelaskan pihaknya juga akan menggandeng seluruh layanan over the top (OTT) global seperti Facebook dan Twitter agar turut serta membantu AMSI memerangi berita hoax yang beredar di media sosial.

"‎Kami juga akan menggandeng seluruh pemain media sosial yang ada, soalnya kan di dalam dunia digital ini, medsos sudah menjadi salah satu lapak media mainstream, audience kita juga ada di OTT itu," kata Wanseslaus.

AMSI juga akan membuka cabang di setiap daerah dengan menggandeng organisasi wartawan ‎seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Wenseslaus mengatakan agar bisa menjadi bagian dari ‎AMSI ada sejumlah syarat khusus yang harus dipenuhi oleh media.

"Syarat pertama, media itu harus mengikuti berbagai ketentuan yang diikuti oleh dewan pers dan undang-undang pers," tuturnya.

Selain itu, media  yang berencana bergabung harus memiliki badan hukum tetap dan terdaftar di Dewan Pers. ‎Menurutnya, jika semua persyaratan tersebut telah terpenuhi, maka media daerah tersebut dapat bergabung dengan AMSI.

"Kami ini tidak bisa menangkal hoax sendirian, harus ada kerja sama juga dengan media di daerah, tapi ya syaratnya itu tadi harus dipenuhi dulu," kata Wanseslaus.

Tag : media sosial, hoax
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top