Pengadaan Lahan untuk Proyek Strategis Butuh Rp62 T

Kebutuhan pendanaan pengadaan tanah untuk proyek strategis nasional diperkiraan masih ada sekitar Rp62 triliun.
Kurniawan A. Wicaksono
Kurniawan A. Wicaksono - Bisnis.com 18 April 2017  |  20:19 WIB
Proyek infrastruktur prioritas seperti jalan tol membutuhkan proses pembebasan lahan yang sangat besar. - Ilustrasi/JIBI Photo

Bisnis.com, JAKARTA – Kebutuhan pendanaan pengadaan lahan untuk proyek strategis nasional diperkiraan masih berkisar Rp62 triliun.

Rahayu Puspasari, Direktur Utama Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), mengatakan proyeksi tersebut terdiri atas eskalasi kebutuhan 2017 senilai Rp15,2 triliun dan kebutuhan 2018 senilai Rp46,8 triliun.

“Angka ini di luar alokasi 2016 senilai Rp16 triliun yang telah cair dan alokasi 2017 senilai Rp20 triliun yang belum cair,” katanya, Selasa (18/4/2017).

Hal ini, lanjutnya, digunakan untuk proyek strategis nasional (PSN) yang akan memulai masa konstruksi pada 2019. Oleh karena itu, segala urusan pengadaan lahan diharapkan dapat selesai pada 2018.

Rahayu mengatakan tidak semua PSN membutuhkan pengadaan lahan baru. Ada 27 proyek di 2016 dan 50 proyek di 2017 yang membutuhkan pengadaan lahan. Pada 2018, permintaan pengadaan tanah untuk 81 proyek berupa 17 infrastruktur jalan tol, 50 bendungan, 3 pelabuhan, 3 infrastruktur perkeretaapian, dan 8 bandar udara.

Tag : pengadaan tanah, Proyek Strategis
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top