Wakil Uni Eropa Kunjungi China, Ini Hasil Pertemuan Bilateralnya

China meminta kepada Uni Eropa agar mempromosikan sinyal positif globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas yang adil.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 19 April 2017  |  17:41 WIB
Ilustrasi. - .Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — China meminta Uni Eropa agar mempromosikan sinyal positif globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas yang adil.

Hal tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri China Li Keqiang kepada perwakilan Uni Eropa Federica Mogherini dalam lawatannya ke China.

Li menambahkan untuk merespons kondisi ketidakpastian global tersebut harus dihadapi dengan menjaga kestabilan hubungan antara kedua belah pihak.

“China dan Uni Eropa merupakan dua kekuatan besar di dunia harus merespons tantangan reformasi global, memperbaiki sistem tata kelola internasional, serta mempromosikan sinyal positif dari globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas yang adil," ujar Li seperti dikutip Reuters Rabu (19/4/2017).

Namun, Uni Eropa mengaku masih mewaspadai arah kebijakan China. Sejumlah isu seperti ekspor baja besar-besaran, militerisasi sejumlah pulau di sana, dan kebijakan Presiden Xi Jinping yang mengarah ke otoriter menjadi sorotan Benua Biru.

Eropa menilai ucapan Xi bahwa China membuka lebar ruang perekonomian bertentangan dengan realitas yang dihadapi. Pasalnya, sejumlah perusahaan asing masih mendapatkan diskriminasi di negara itu.

Saat ini Uni Eropa sedang melakukan pendekatan dengan Beijing terkait hubungan investasi. Mereka menginginkan agar perusahaan Eropa lebih mudah membangun bisnis di China. 

Tag : uni eropa, china, xi jinping, Donald Trump
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top