Thailand Berniat Jadi Hub Industri

Thailand berupaya mengukuhkan posisinya sebagai hub industri makanan jadi di Asean, dengan mengincar pertumbuhan pasar dari negara-negara di kawasan ini.
Siti Munawaroh | 20 April 2017 10:09 WIB
Kota kuno Ayutthaya, Thailand - topworldresort
Bisnis.com, AYUTTHAYA: Thailand berupaya mengukuhkan posisinya sebagai hub industri makanan jadi di Asean, dengan mengincar pertumbuhan pasar dari negara-negara di kawasan ini.
 
Untuk mendorong hal tersebut, Thailand akan menghelat event Food Ingredient Asia (Fi Asia) 2017 pada 13-15 September 2017 di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC). Pameran ini dirancang sebagai mega eksibisi yang mempertemukan produsen, peneliti, dan distributor produk bahan makanan dan minuman dari berbagai negara.
 
Group Director-Asean UBM Asia (Thailand) Rungphech Chitanuwat mengatakan industri makanan jadi merupakan industri utama yang mendorong ekonomi Thailand. Pada 2016, Thailand menempati posisi pertama sebagai negara eksportir bagi Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam. Thailand pun mengklaim sebagai eksportir produk makanan jadi peringkat ke-13 di dunia.
 
"Pada 2017 ini, industri makanan jadi Thailand diproyeksikan tumbuh 8%. Kami bersyukur atas faktor geografis seperti menjadi hub bagi negara-negara Asean, kekayaan sumber daya alam, serta teknologi produksi modern yang meningkatkan nilai produksi pertanian. Atas kondisi tersebut, Thailand telah menjadi basis produksi makanan bagi Asean," kata Rungphech, dalam jumpa pers Fi Asia 2017, Rabu (19/4) malam, waktu setempat.
 
Sementara itu, Assistant Export Manager Tipco Food (produsen jus buah asal Thailand) Peeraya Nupairay mengatakan pihaknya terus memperkuat penetrasi dan memperluas pasar ekspor produk Tipco, termasuk di kawasan Asean. Produk Tipco telah dipasarkan di lebih 30 negara di dunia.
 
"Kami melihat Indonesia masih menjanjikan, meski tahun sebelumnya ekspor kami ke Indonesia terpengaruh kebijakan non-tarif barrier. Kami akan sesuaikan agar ekspor kembali meningkat. Dalam pemasaran produk kami menggunakan berbagai media, seperti acara TV show di Korea Selatan, media sosial, dan kampanye lokal," kata Peeraya.
 
Perusahaan yang berdiri sejak 1976 ini mengklaim terus memberikan inovasi pada produknya untuk memenuhi keinginan konsumen.
 
"Inovasi yang kami buat dilengkapi sertifikasi. Kami memiliki sertifikasi keamanan pangan,  good manufacture practices, FDA dan sertifikat halal. Kami juga melakukan quality assurance, mulai dari bahan baku, sampling produk antara, dan produk akhir " tambah Technical Manager Tipco Food Kannita Yodtanma.
 
Lebih lanjut, UBM yang merupakan pelaksana pameran Fi Asia 2017 meyakini pelaku bisnis makanan dan minuman lokal Thailand mampu memasuki pasar global, karena terus berupaya menyesuaikan diri dengan perkembangan tren terkini terkait teknologi dan standar manufaktur dalam menghasilkan produk yang unik dan berkualitas tinggi.
 
Rungphech menuturkan sebanyak 750 perusahaan dari 56 negara akan mengikuti Fi Asia 2017, yang menampilkan produk, inovasi dan teknologi terbaru di industri makanan dan minuman Thailand.
 
Untuk menyukseskan agenda Fi Asia 2017, UBM mengundang sejumlah media dari negara-negara Asean guna mengikuti press tour ke sejumlah fasilitas produksi dan entitas lainnya terkait industri makanan di Thailand pada 18-22 April 2017. Beberapa fasilitas itu antaranya yakni pabrik Tipco Food, pabrik Arcadia Food (produsen bahan makanan), Rama Production Co (distributor terbesar produk bahan makanan dan bahan farmasi) dan Thailand Institute of Scientific and Technological Researcher serta Fakultas Industri Agro Universitas Kasetsart.
Tag : industri makanan dan minuman
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top