Indonesia Power Kebut PLTGU Priok

PT Indonesia Power, anak perusahaan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), menargetkan empat blok Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap Tanjung Priok dapat berproduksi pada pertengahan 2019.
Gemal AN Panggabean
Gemal AN Panggabean - Bisnis.com 20 April 2017  |  21:35 WIB
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — PT Indonesia Power, anak perusahaan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero),  menargetkan empat blok Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap Tanjung Priok dapat berproduksi pada pertengahan 2019.

General Manager Indonesia Power UPJP Priok Herdiyanto Soekono mengatakan, seluruh blok pembangkit tersebut akan berproduksi setelah selesainya pembangunan blok keempat Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Priok dengan kapasitas 850 megawatt (MW).

"Mungkin akan selesai fase pertama open cycle [proses produksi turbin] di pertengahan tahun depan antara Mei sampai Juli 2018, sementara total blok perkiraan selesai di pertengahan 2019," katanya usai peluncuran Kampung Sehat di Warakas, Jakarta Utara, Kamis (20/4).

Dia menjelaskan, Indonesia Power yang mengelola PLTGU Tanjung Priok saat ini mengoperasikan blok 1 dan 2 dengan siklus tertutup (combine cycle) berkapasitas 1.180 MW dan blok 3 dengan total kapasitas 740 MW.

Adapun, blok PLTGU Priok ini merupakan bagian dari program percepatan penyediaan listrik pemerintah sebesar 35.000 MW. Nantinya, listrik dari PLTGU Priok akan dipasok ke wilayah Jakarta Utara dan sekitarnya serta Bekasi dengan jaringan transmisi 150 kV.

"Saat ini kita memasok sebagian besar ke Jakarta Utara dan Bekasi. Di Jakarta ini ada sistem 150 kV dan ada sistem 500 kV dari luar Jakarta yang masuk. Kami mengoperasikan di sistem kami 150 kV yaitu Jakarta Utara dan sekitarnya," kata Herdiyanto.

PLTGU Priok merupakan salah satu dari total 22 unit pembangkitan dan jasa pembangkitan yang dikelola oleh Indonesia Power.

Seperti PLN sebagai induk usaha yang melakukan efisiensi sebesar Rp22,8 triliun pada 2016, Indonesia Power pun turut melakukan efisiensi dari biaya pokok produksi (BPP) listrik sebesar Rp2 triliun pada 2017.

"Kalau kita turunkan BPP Rp2 triliun, kira-kira BPP PLTGU Priok saat ini sekitar Rp1.200 per kWh mungkin harus turun 5%—10% dari biaya tersebut. Program itu yang secara strategis ada di kami.”

Sementara itu, Indonesia Power UJPJ Tanjung Priok memberikan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility dengan menghijaukan daerah pemukiman Tanjung Priok.

Herdiyanto mengatakan, beberapa bantuan yang diberikan Indonesia Power salah satunya penanaman 3.200 batang pohon. Ada beberapa macam pohon yang diberikan kepada warga, seperti pohon mangga dan buah lainnya.

“Karena pemukiman di Tanjung Priok sudah padat, tidak memiliki lahan untuk tanaman. Jadi kami memberikan bantuan pohon produksi yang ditanaman di dalam pot.”

Selain itu, Indonesia Power juga memberikan edukasi kepada warga tentang perlindungan kebersihan. Persero juga memberikan edukasi tentang penanganan sampah menjadi pupuk kompos basah dan kering. “Penjualan pupuk kompos ini bisa meningkatkan perekonomian warga."

Tag : pembangkit listrik, indonesia power
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top