Hari Ini Garuda Serahkan Nama Direksi ke Kemenhub

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada Kamis (20/4/2017) menyerahkan nama dua direktur kepada Direktorat Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 20 April 2017  |  18:55 WIB
Seorang karyawan GMF AeroAsia melintas di dekat pesawat Boeing 747 Garuda Indonesia - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada Kamis (20/4/2017) menyerahkan nama Direktur Operasional alias Chief of Operation (CoO) dan Direktur Maintenance atau Chief of Maintenance (CoM) kepada Direktorat Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.

Pahala N Mansury, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., mengatakan rencananya hari ini pihaknya akan mengajukan nama calon CoO dan CoM ke Kementerian Perhubungan. Pasalnya, ada beberapa diskusi yang sedang dibahas dalam internal perusahaan sehingga memakan waktu yang cukup lama.

“Insya Allah, hari ini kita sampaikan,” kata Pahala di Kantor Kemenko Maritim di Jakarta pada Kamis (20/4/2017).

Lambatnya proses itu disebabkan oleh review guna memenuhi standar aturan operasi keselamatan penerbangan dan pemeliharaan.

Posisi terkait memerlukan suatu kualifikasi khusus, namun termasuk cukup strategis, karena bertanggung jawab melapor langsung kepada direktur utama.

“Jadi dengan pertimbangan ini, perlu beberapa hari untuk bisa menentukan, dan Insya Allah hari ini sudah akan keluar di Kemenhub,” sambungnya.

Adapun pembentukan dua pejabat baru itu juga bertujuan agar maskapai dapat menangkap peluang bisnis yang lebih luas secara cepat dan fleksibel, namun tetap memenuhi standar regulasi penerbangan.

Menurut Pahala, Garuda sepenuhnya menyadari bahwa aspek keselamatan merupakan fondasi utama keberlangsungan bisnis maskapai. Oleh karena itu, lanjutnya, maskapai tetap menjaga standar kualitas keselamatan penerbangan dan pemeliharaan.

Sebagai informasi, susunan manajemen Garuda yang baru terdiri kini dari direktur utama, direktur keuangan & manajemen risiko, direktur layanan, direktur produksi, direktur marketing & teknologi informasi, direktur SDM & umum, dan direktor kargo.

Untuk diketahui, maskapai wajib melaporkan secara resmi kepada Ditjen Perhubungan Udara setiap terjadi perubahan komposisi struktural jajaran pimpinan. Adapun, dalam pelaporannya, diatur juga batas waktu, dan mekanismenya.

Beleid itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 152/2015 tentang Persyaratan Sertifikasi dan Operasi Bagi Perusahaan Angkutan Udara Niaga untuk Penerbangan Komuter dan Charter.

Dalam peraturan itu disebutkan struktural manajemen maskapai harus terdiri dari direktur utama, direktur keselamatan penerbangan, direktur operasi, direktur pemeliharaan, pilot kepala, inspektur pengawasan dan kepala awak penerbangan.

Tag : transportasi
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top