Susi: Laut Arafura Kini Dilirik Nelayan Lokal

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan nelayan lokal di barat kini melirik Laut Arafura sejak usaha perikanan tangkap ditutup untuk asing.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 20 April 2017  |  10:42 WIB
Penenggelaman Kapal Pencari Ikan Anggota polisi dan nelayan menenggelamkan kapal ikan hasil sitaan di perairan Tanjung Benoa, Bali, Minggu (19/2/2017). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan nelayan lokal di barat kini melirik Laut Arafura sejak usaha perikanan tangkap ditutup untuk asing.

Dalam acara milad di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Rabu (19/4/2017), Susi menyampaikan nelayan di wilayah Indonesia barat kini ingin melaut di kawasan yang dulu dikuasai kapal-kapal ikan asing itu.

"Sekarang kapal pantura saya pindahkan tangkap ke Arafura.  Beberapa nelayan yang pindah kesana, kemarin bertemu saya dan mereka sangat berterima kasih karena bisa tangkap ikan banyak di sana," ujar Susi dalam siaran pers yang dikirim Kamis (20/4/2017).

Dia mengatakan pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal telah memberikan dampak positif, yakni stok ikan melimpah dan kelestarian laut pulih. Dia sekali lagi menekankan perikanan tangkap harus 100% untuk masyarakat Indonesia.

Kini, dengan menutup bidang usaha itu untuk investasi luar negeri, Susi menempuh beberapa langkah untuk memerangi praktik pencurian ikan oleh kapal asing a.l. membuat satuan tugas (Satgas 115) dan menjalin kerja sama serta bertukar informasi dengan berbagai negara.

Dia meminta peran akademisi untuk menjaga kedaulatan laut. "Karena presiden ingin ikan kita untuk bangsa sendiri," ujarnya.

Dalam kegiatan itu, Susi pun menginginkan jurusan perikanan di UMP yang ditutup dapat dibuka kembali.

"Jika ada mahasiswa yang (masuk) the best five dari jurusan perikanan, dapat jalur khusus menjadi PNS di KKP," katanya berjanji.

Tag : perikanan
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top