Mantan Kepala PPATK Muhammad Yusuf Dilantik Jadi Inspektur Jenderal KKP

Mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf dilantik sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 20 April 2017  |  18:09 WIB
Mantan Kepala PPATK M. Yusuf - Bisnis/Rahmatullah

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf dilantik sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Yusuf dilantik hari ini, Kamis (20/4/2017), oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Dia menggantikan Andha Fauzie Miraza yang memasuki masa pensiun.

“Saya ucapkan selamat datang Pak Yusuf dalam tim KKP. Saya sudah bekerja bersama Bapak mungkin sudah cukup lama, meskipun tidak sama-sama di KKP, (tetapi) waktu Bapak masih di PPATK. Waktu itu, bapak membantu kami dalam kerja-kerja dengan Satgas (Satgas 115) untuk menjaga good governance di KKP,” kata Susi.

Susi menekankan pentingnya efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran KKP. Dia meminta seluruh jajaran KKP menggunakan anggaran secara bijak untuk mencapai tujuan KKP menyejahterakan nelayan.

Dia berpesan agar Yusuf tidak goyah atas tekanan yang ditujukan kepada pemerintah dari berbagai pihak atas komitmen KKP melarang asing menangkap ikan di Indonesia.

“Bapak Yusuf sebagai Irjen Baru nanti, tugas kita menjaga sumber daya ini sangat berat. Tetangga-tetangga kita tahun ini melakukan moratorium bersama-sama. China moratorium mulai 1 Mei, padahal dia baru melakukan moratorium selama dua tahun yang berakhir September tahun lalu. Thailand juga akan melakukan moratorium, kemudian Vietnam juga sama. Karena apa? Karena mereka sudah habis stok ikannya. Kenapa kita harus jaga? Pressure untuk menangkap ikan di wilayah kita akan lebih besar lagi,” ujar Susi

Sementara itu, Yusuf menyatakan keinginan menambah satu ke dalam tiga pilar yang biasa dipakai dalam kerja organisasi, meliputi control by audit, control by report, dan control by system.

"Saya ingin satu lagi control by accompany in the link, pendampingan yang melekat. Artinya saat ada progress yang signifikan, dalam jumlah yang besar, yang berpengaruh kepada hidup orang banyak secara langsung, kita berharap ada tim atau anggota inspektorat di sana untuk pencegahan dini agar jangan sampai ada deviasi,” kata mantan Kepala PPATK 2011-2016 itu.

Menurut dia, bekerja di KKP adalah sebuah panggilan jiwa mengingat tujuan kementerian itu menyejahterakan nelayan Indonesia

Tag : kkp, ppatk
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top