Menteri Susi Ingatkan Pengusaha untuk Prioritaskan Konsumsi Domestik

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengingatkan pengusaha untuk mendahulukan pemenuhan kebutuhan ikan dalam negeri sebelum mengekspor.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 20 April 2017  |  20:10 WIB
Nelayan memerbaiki keramba tempat mereka memelihara ikan nila di Danau Rawa Pening, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (14/3). - Antara/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengingatkan pengusaha untuk mendahulukan pemenuhan kebutuhan ikan dalam negeri sebelum mengekspor.

Menurut dia, kecukupan gizi anak-anak Indonesia harus diperhatikan. Oleh karena itu, peningkatan konsumsi ikan domestik penting. Ekspor semestinya baru dapat dilakukan ketika ada kelebihan produksi.

"Benar devisa penting, tetapi kualitas manusia-manusia Indonesia juga sangat penting," katanya di sela-sela pelantikan Muhammad Yusuf sebagai Irjen KKP, Kamis (20/4/2017).

Dengan tekanan-tekanan permintaan dunia, Susi memperkirakan banyak negara akan memburu seafood Indonesia. Padahal, stunting index anak-anak Indonesia cukup tinggi, yakni 39% selama 2003-2013. Artinya, satu dari tiga anak Indonesia tumbuh kuntet.

“Seperti tikus mati di lumbung padi. Ikan banyak, tapi anak-anak Indonesia tidak cukup tumbuh sehat,” ujar Susi.

Dia mengatakan sumber daya alam kelautan dan perikanan kini menjadi salah satu andalan utama Indonesia untuk meningkatkan penerimaan negara karena sifatnya yang dapat diperbarui. Untuk itu, dia meminta semua pihak bersama-sama menjaga keberlanjutannya.

Menurut dia, penerbitan Perpres No 44/2016 merupakan bentuk komitmen Presiden Joko Widodo menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan Indonesia. “Beliau mengubah perikanan tangkap masuk dalam negative list investasi asing. Itu adalah suatu kemenangan nasional, kemenangan bangsa Indonesia,” ujar Susi

Tag : perikanan
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top