Pacu Kualitas SDM Industri, Kemenperin Siapkan Rp600 Miliar

Kementerian Perindustrian akan menganggarkan sekitar Rp600 miliar pada 2018 untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia yang akan bekerja di sektor industri
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 22 April 2017  |  01:08 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto - Antara/Wahyu Putro

Bisnis.com, SEMARANG - Kementerian Perindustrian akan menganggarkan sekitar Rp600 miliar pada 2018 untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang akan bekerja di sektor industri.

Dana yang sedang diusulkan kepada pemerintah tersebut, rencananya akan dikucurkan bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan besaran hingga Rp500 juta per sekolah.

“Dana itu dianggarkan pada 2018 dan diusulkan oleh Kementerian Perindustrian, indeksnya per SMK Rp500 juta jadi sekitar Rp600 miliar. Minimum digunakan untuk peralatan karena yang ada saat ini sudah ketinggalan dua generasi,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Jumat (21/4/2017).

Dia mencontohkan saat ini alat praktek yang digunakan SMK masih generasi pertama milling machine, adapun generasi kedua adalah mesin Computer Numerical Control (CNC) yang digunakan untuk pengontrolan otomatis dalam dunia industri. Adapun generasi ketiga adalah CNC dengan komputer dan terkoneksi Internet.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari program pendidikan vokasi atau penunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu. Selain itu, pihaknya pun akan memfokuskan satu kawasan dengan industri tertentu yang potensial.

Dia mencontohkan di Jawa Tengah akan identik dengan industri tekstil. Selain itu, industri alas kaki, furnitur, dan elektronik pun akan berkontribusi besar.

Di sisi lain, dalam pengembangan SDM tersebut pihaknya pun menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan Jawa Tengah sebagai basis industri tekstil maupun furnitur tak terlepas dari budaya yang diwariskan sejak lama seperti melalui kain tenun, batik dan seni ukiran.

Agar terus berkembang, lanjutnya, Kemenperin akan meevitalisasi SMK agar pembangunan industri tetap berbasis lokal. Tahun ini ada 42 SMK yang diprioritaskan untuk direvitalisasi.

Dia melanjutkan revitalisasi pun mencakup perekrutan guru SMK dari karyawan yang berpengalaman di dunia industri. “Nanti kami sekolahkan untuk mendapatkan sertifikat mengajar.”

Kemenperin menargetkan 91.000 guru SMK hingga 2019. Adapun saat ini SMK menghadapi krisis guru bidang studi produktif yang hanya sekitar 22% dari jumlah tenaga pengajar yang ada, padahal keberadaan guru bidang produktif sangat penting dalam penguatan keterampilan siswa.

Tag : industri, kemenperin
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top