Freeport Ajukan Permohonan Izin Ekspor Tembaga ke Kemendag

PT Freeport Indonesia telah mengajukan permohonan izin ekspor kepada Kementerian Perdagangan, hari ini, Jumat (21/4/2017)
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 22 April 2017  |  02:30 WIB
Aktivitas di tambang Freeport, Papua. - Bloomberg/Dadang Tri

Bisnis.com, JAKARTA - PT Freeport Indonesia telah mengajukan permohonan izin ekspor kepada Kementerian Perdagangan, hari ini, Jumat (21/4/2017)

Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan mengatakan perusahaan itu sudah mengajukan permohonan pada 20 April dan kelengkapan dokumennya telah diterima secara online, hari ini.

Dia menerangkan, bahwa permohonan tersebut sudah dilengkapi rekomendasi dari Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono dengan nomor surat 352/30/DJB/2017 tertanggal 17 Februari 2017. Rekomendasi itu diberikan untuk konsentrat tembaga >= 15% Cu sebesar 1.113.105 wmt (wet metric ton) dan berlaku 1 tahun sejak rekomendasi diterbitkan, yakni hingga 16 Februari 2018.

“Realisasi ekspor PT Freeport Indonesia (PTFI) berdasarkan konsolidasi laporan surveyor pada 2016 sebesar 1.172.410,9 ton, dengan negara tujuan ekspor yaitu Jepang, Korea Selatan, China, India, dan Filipina,” sebut Oke lewat pesan singkat kepada Bisnis, Jumat (21/4/2017).

Namun, dia tidak menjelaskan kapan surat pemberian izin ekspor bakal diberikan.

Data Kemendag menunjukkan PTFI telah mendapatkan Surat Persetujuan Ekspor (SPE) untuk konsentrat tembaga >= 15% Cu sebanyak dua kali.

Pertama, SPE tertanggal 9 Februari 2016 dengan jumlah 1.033.758 ton yang berlaku sampai 8 Agustus 2016. Kedua, SPE pada 9 Agustus 2016 sebesar 1.429.098 ton yang berlaku hingga 11 Januari 2017.

Berdasarkan catatan Bisnis, PTFI berniat mengajukan rekomendasi izin ekspor baru untuk konsetrat tembaga dengan kuota tertentu meskipun izin lama dengan bea keluar 5% belum dimanfaatkan.

Tag : Freeport
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top