Greenbelt Olah 40 Ton Sampah Organik per Hari

Greenbelt Resources Corporation akan mengolah sampah organik di Kawasan Industri Jababeka sebanyak 40 ton per hari. Sampah tersebut berasal dari industri, rumah tangga, dan restoran yang ada di kawasan tersebut.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 25 April 2017  |  12:40 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Greenbelt Resources Corporation akan mengolah sampah organik di Kawasan Industri Jababeka sebanyak 40 ton per hari. Sampah tersebut berasal dari industri, rumah tangga, dan restoran yang ada di kawasan tersebut.

Greenbelt Resources merupakan perusahaan penyedia teknologi pengelolaan produk akhir asal Amerika Serikat yang telah meneken nota kesepahaman kerja sama dengan Kawasan Industri Jababeka.

CEO Greenbelt Darren Eng menyampaikan sampah organik tersebut akan dikelola dengan manajemen zero waste strategy menjadi sejumlah produk termasuk bioethanol, pakan ternak, pupuk, dan air difusi yang dapat dikomersilkan.

“Teknologi kami didesain hanya untuk food waste. Kami sudah mengimplementasikan teknologi ini di beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Australia. Dari Jababeka, kami mengambil sampah mereka. Pembangunan proyeknya 60% dengan local content,” jelas Darren di Jakarta, Selasa (25/4).

Sebagai perbandingan, Jakarta memproduksi sekitar 1.400 ton sampah organik per hari. Greenbelt akan menyerap sampah makanan dari Jababeka, mengolahnya, lalu hasilnya akan dimanfaatkan oleh perusahaan atau dijual pada masyarakat. Hasil penjualan diperkirakan mencapai Rp79,7 miliar pada kurun waktu 5 tahun mendatang.

Proyek bernama JababECO ini ditargetkan dapat menghasilkan 500.000 galon bioethanol serta pakan ternak dan pupuk cair. Energi terbarukan yang dihasilkan diharapkan dapat digunakan oleh perusahaan-perusahaan di KI Jababeka yang sebelumnya menggunakan bahan bakar diesel. Adapun, kawasan itu memiliki sekitar 1.400 perusahaan dari berbagai sektor industri.

 

Tag : Greenbelt
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top