KONVERSI BBM KE GAS: 150 SPBU Siap Jual Gas

Pemerintah mendorong 150 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk menambah unit dispenser gas di antara dispenser bahan bakar minyak yang telah terpasang selama ini.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 25 April 2017  |  16:13 WIB
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) - Jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mendorong 150 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk menambah unit dispenser gas di antara dispenser bahan bakar minyak yang telah terpasang selama ini.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I G.N. Wiratmaja Puja mengatakan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi 150 SPBU yang sudah siap dengan infrastruktur gasnya. Dari segi luas SPBU, katanya, juga memungkinkan untuk pemasangan dispenser gas yang difasilitasi Peraturan Menteri ESDM No. 25/2017 tentang Percepatan Pemanfaatan Bahan Bakar Gas.

“Ada 150 SPBU di berbagai wilayah yang sudah ada infrastruktur gasnya dan ukuran SPBU juga layak dipasang dispenser gas,” ujarnya di Jakarta, Selasa (26/4/2017).

Adapun, tambahan unit SPBU ini diharapkan bisa menyediakan bahan bakar gas pada 2019. Menurutnya, dari 68 unit stasiun bahan bakar gas (SPBG) yang terpasang, nantinya bisa bertambah menjadi 238 unit dari SPBU yang menyediakan bahan bakar gas.

Secara total menurut data Kementerian ESDM jumlah SPBG saat ini terdapat 68 unit. Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan dengan Iran yang memiliki 2.350 SPBG dan Thailand dengan 470 SPBG pada 2016.

Dengan demikian, dia menyebut penyerapan gas untuk sektor transportasi bisa terkerek naik dan masyarakat memiliki pilihan untuk menikmati bahan bakar yang lebih murah. Pasalnya, bahan bakar gas dijual dengan harga lebih rendah yakni Rp3.100 per liter setara Premium (lsp) dibandingkan dengan bahan bakar minyak seperti Premium yang harganya lebih dari Rp5.000 per liter.

“Kami harapkan fasilitas SPBG ini sudah banyak. Jadi masyarakat punya pilihan menggunakan gas yang harganya Rp3.100 per lsp,” katanya.

 

 

 

Dari data Kementerian ESDM, penyerapan gas untuk sektor transportasi selalu di bawah volume yang terkontrak.

 

Pada 2013, volume gas yang terserap sebesar 3,21 billion British thermal unit per day (BBtud) atau 71,3% dari volume terkontrak 4,50 BBtud. Penyerapan naik di 2014 dengan realisasi 3,80 BBtud setara 43,6% dari volume terkontrak 8,70 BBtud.

 

 

 

Kemudian, pada 2015 gas untuk sektor transportasi terserap 6,06 BBtud atau 69,6% dari 8,70 BBtud yang terkontrak. Lalu, pada 2016 hanya 3,59 BBtud yakni 42,2% dari 8,50 BBtud yang terkontrak.

Tag : gas, spbu
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top