Strategi Kemenkop Dorong Pemasaran Daring Pebisnis UKM

Kementerian Koperasi dan UKM terus mendorong pemasaran daring atau dalam jaringan alias online untuk menyasar pasar luar negeri.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 25 April 2017  |  11:43 WIB
Internet - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM terus mendorong pemasaran daring atau dalam jaringan alias online pebisnis UKM untuk menyasar pasar luar negeri. Selama ini pemasaran daring yang dijalankan Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) Kementerian Koperasi dan UKM masih lebih menyasar pasar dalam negeri.

Direktur Utama LLP Kemenkop dan UKM Ahmad Zabadi mengatakan strategi membidik pasar luar negeri bertujuan memperluas pasar.

"Bila selama ini kita membidik hanya pasar lokal, ke depan website kita akan lebih diarahkan untuk menggaet buyer di luar negeri. Intinya, kita akan meluaskan pangsa pasar," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (25/4/2017).

Zabadi mengaku telah bertemu dengan para eksportir yang memiliki pengalaman dalam bisnis daring khususnya yang menembus pasar global seperti Amerika Serikat, Eropa dan Australia.

"Kita memiliki ribuan UKM dengan ratusan ribu item produk unggulan dan berkualitas. Di sistem online ini, bila ingin menembus pasar luar, kita harus sedikit mengubah spesifikasi produknya. Adapun kategori per produknya harus jelas," ucap Zabadi.

Zabadi menjabarkan sistem pemasaran online yang selama ini dijalani sudah mengarah ke sana. Namun, masih sebatas menyasar pasar dalam negeri.

"Nah, dengan bantuan dari teman-teman eksportir ini kita akan menyasar juga ke pasar luar. Kita akan minta masukan hal-hal apa saja yang musti diubah agar lebih bisa diterima pembeli di pasar luar, khususnya AS, Eropa, dan Australia," imbuhnya.

Salah satu pelaku eksportir, Irwan Malik menuturkan pasar tiga kawasan tersebut lebih berminat produk furnitur berupa kayu solid (jati dan mahoni) asal Indonesia, ketimbang furnitur berbahan kayu plywood asal China.

"Bagi orang AS, Eropa, dan Australia, produk furnitur asal Indonesia itu menyangkut cita rasa tinggi. Bagi mereka, membeli furnitur asal Indonesia itu karena dianggap barang berharga, untuk investasi, sekaligus gaya hidup. Adapun produk dari China lebih banyak diserap pasar lokal," kata Irwan.

Ponco Suhirno yang biasa ekspor furnitur ke Prancis dan Inggris mengatakan saat ini sudah muncul pesaing baru di bisnis furnitur untuk pasar Eropa, yaitu dari negara-negara fi Eropa Timur seperti Rumania, Bulgaria, dan Polandia.

"Dengan harga lebih murah karena faktor kedekatan geografis, dengan bahan baku kayu pinus, ceri, dan sebagainya. Itulah pesaing kita saat ini di Eropa. Hanya saja, produk furnitur itu masih unggul karena unik dan mahal," jelasnya.

Tag : ukm, kemenkop, perdagangan daring
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top