Menhub Targetkan Arus Petikemas di Tanjung Priok Mampu Tembus 12 Juta TEUs

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan arus bongkar muat petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok selama dua tahun mendatang dapat menembus angka 12 juta TEUs.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 25 April 2017  |  00:23 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kanan) dan Direktur Utama PT Pelindo II Elvyn G. Masassya (kedua kanan) menaiki kapal CMA CGM Ottelo dalam peresmian kedatangan kapal kontainer itu di Jakarta International Container Terminal (JICT), Jakarta, Minggu (23/4). - Antara/Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan arus bongkar muat petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok selama dua tahun mendatang dapat menembus angka 12 juta TEUs.

"Kita harapkan Tanjung Priok dapat menjadi pelabuhan transhipment besar. Kalau sekarang realisasi arus kontainer di Priok sebesar 6 juta TEUs, kita harapkan dua tahun ke depan bisa menjadi 12 juta TEUs," ujarnya di sela acara penyambutan kapal raksasa CMA-CGM Otello di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT), akhir pekan lalu.

Pihaknya optimistis target tersebut dapat dicapai dengan baik seiring mulai dilayarinya Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta secara langsung (direct call) ke luar negeri. Salah satu contohnya adalah dengan mulai dilayaninya pelayaran langsung dari Jakarta - Los Angeles dengan kapal raksasa oleh Compagnie Maritime d'Affretement - Compagnie Generali Maritime (CMA - CGM).

Pihaknya juga akan mendukung upaya untuk mewujudkan target tersebut dengan menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai kargo konsolidator. "Melalui Kementerian BUMN, saya minta agar PT Pelindo I, II, III, dan IV, melakukan konsolidasi angkutan luar negerinya ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta,” ujarnya.

Konsolidasi kargo itu dimaksudkan untuk memenuhi tingkat keterisian kapal yang selama ini menjadi salah satu penyebab kapal-kapal besar enggan melayari secara langsung ke Indonesia. 

“Dengan tingkat keterisian yang lebih baik, diharapkan kapal-kapal petikemas raksasa lainnya juga mau datang ke Indonesia dan menjadikan Tanjung Priok sebagai transhipment port ke luar negeri,” katanya.

Menurutnya setidaknya selama dua tahun ke depan angkutan ekspor harus dikonsolidasikan ke Pelabuhan Tanjung Prio, sehingga tercipta efektitiftas dan efisiensi pengiriman kargo ke luar negeri.

Meskipun, pada tahun-tahun berikutnya bisa dilakukan pembagian merata ke sejumlah pelabuhan lain yang memang diharapkan dapat menjadi hub internasional, seperti Pelabuhan Bitung dan Kuala Tanjung.

"Kami akan terus dorong agar Priok dapat jadi hub internasional melalui intensifikasi transshipment dengan direct call jarak jauh dan terus melakukan peningkatan infrastruktur dan mampu melayani kapal kontainer berukuran besar yang pada akhirnya mampu menurunkan biaya logistik secara nasional," ujarnya.
Tag : tanjung priok
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top