Luncurkan Mesin Cuci Baru, Sharp Bidik Kenaikan Pangsa Pasar

Sharp menargetkan penjualan mesin cuci kapasitas 12 kg sebanyak 10.000 unit dan kapasitas 14 kg sebanyak 15.000 unit. Dengan target penjualan tersebut, Sharp mematok target pangsa pasar 33% pada tahun ini untuk produk mesin cuci, naik dari penguasaan pasar saat ini sebesar 30%.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 26 April 2017  |  16:40 WIB
Ardy, Product Planning AGM PT SEID (Kiri), Takeo Noguchi, SGM Washing Machine Division PT SEID (Tengah), dan Shinji Teraoka, Presiden Direktur PT SEID dalam peluncuran mesin cuci terbaru di Jakarta, Rabu (26/4/2017) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—Sharp menargetkan penjualan mesin cuci kapasitas 12 kg sebanyak 10.000 unit dan kapasitas 14 kg sebanyak 15.000 unit. Dengan target penjualan tersebut, Sharp mematok target pangsa pasar 33% pada tahun ini untuk produk mesin cuci, naik dari penguasaan pasar saat ini sebesar 30%.

Presiden Direktur PT SHARP Electronics Indonesia Shinji Teraoka mengatakan kebutuhan konsumen menengah akan mesin cuci berkapasitas besar terus meningkat dari 2016 saat perusahaan memperkenalkan seri Megamouth Series

Mesin cuci twin tub ini akan segera dipasarkan pada akhir April 2017 dengan kisaran harga Rp 2,6 juta untuk kapasitas 12 kg dan Rp 2,8 juta untuk kapasitas 14 kg.

Sementara itu, Assistant General Manager  Product Planning Senior Manager Sharp Electronics Indonesia (SEID) Ardy mengatakan pada tahun lalu saat perekonomian melemah, permintaan mesin cuci twin tub tetap meningkat. Sejak produksi perdana di pabrik yang berlokasi di Karawang pada 2008, Sharp telah memproduksi total 5 juta unit mesin cuci di Indonesia.

Menurut Ardy, Sharp sudah merajai pasar Indonesia untuk jenis mesin cuci twitubes. Pada 2016, saat permintaan melemah, penjualan mesin cuci Sharp mencapai lebih dari 100.000 unit, ditopang terutama oleh jenis dua tabung.

Mesin cuci twin tub ini akan segera dipasarkan pada akhir April 2017 dengan kisaran harga Rp 2,6 juta untuk kapasitas 12 kg dan Rp 2,8 juta untuk kapasitas 14 kg

Pasar elektronik pada tahun ini diperkirakan membaik didukung oleh pemulihan daya beli masyarakat langsung berdampak pada tingkat konsumsi. Wakil Sekjen Federasi Gabungan Elektronik (Gabel) Yeane Lim menyebutkan pasar elektronik sepanjang tahun lalu lesu dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Omzet penjualan elektronik memang stabil karena pergerakan harga. Namun, volume penjualan merosot signifikan terutama pada kelompok produk berharga lebih murah.

Pembeli produk berharga lebih murah urung belanja elektronik karena harga produk elektronik semakin mahal. Ini terjadi karena produsen elektronik tertekan oleh pergerakan nilai tukar dan biaya tenaga kerja.

 

Tag : Sharp Electronics Indonesia
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top