Realisasi Elektrifikasi di NTT Dipercepat

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menargetkan percepatan peningkatan rasio elektrifikasi di wilayah Nusa Tenggara Timur dengan mulai melistriki seluruh desa pada 2018.
Lucky Leonard
Lucky Leonard - Bisnis.com 26 April 2017  |  19:43 WIB
Saluran Transmisi merupakan media yang digunakan untuk mentransmisikan tenaga listrik dari Generator Station/ Pembangkit Listrik sampai distribution station hingga sampai pada konsumer pengguna listrik. - pln.co.id

Bisnis.com, KUPANG - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menargetkan percepatan peningkatan rasio elektrifikasi di wilayah Nusa Tenggara Timur dengan mulai melistriki seluruh desa pada 2018.

Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara PLN Machnizon Masri mengatakan rasio elektrifikasi 100%  di provinsi tersebut ditargetkan tercapai pada 2023. Adapun NTT menjadi salah satu provinsi dengan rasio elektrifikasi di bawah 70%.

Pihaknya akan mengejar realisasi target tersebut lebih cepat dari jadwal. "Pada dasarnya penyelesaian target rasio elektrifikasi bisa lebih cepat. Kalau bisa 2020 sudah selesai mengapa tidak," tuturnya, Rabu (26/4/2017).

Dia mengungkapkan masih ada sekitar 1.200 desa di NTT yang belum menerima listrik PLN. Ditargetkan seluruhnya akan tuntas pada akhir 2018.

Khusus untuk tahun ini, pihaknya akan melistriki sekitar 600 desa dengan anggaran berkisar antara Rp800 miliar-Rp900 miliar. Adapun Machnizon mengaku masih menghitung kisaran investasi untuk tahun depan.

Selain itu, PLN juga akan membangun PLTU berkapasitas 2x50 megawatt (MW) dan PLTMG Peaker 1x40 MW di Panaf, Kupang. Tujuannya, untuk menggantikan kapal pembangkit (MVPP) berkapasitas 60 MW yang disewa untuk sementara.

"Sebenarnya pembangkit kita dayanya sudah cukup. Masalahnya ada di jaringan. Nanti kita akan percepat narik jaringan untuk desa-desa," tuturnya.

Sementara itu, General Manager Wilayah NTT PLN Richard Safkaur memaparkan dari total 3.289 desa di NTT, sebanyak 2.073 desa telah berlistrik. Dari 640 desa yang akan dilistriki tahun ini, sebanyak 26 desa sudah dalam tahap konstruksi, 82 desa proses lelang, dan 532 desa masih dalam penyusunan anggaran dan gambar.

"Bentuk dukungan dari pemprov dan pemkab utamanya terkait percepatan perizinan, mempercepat bongkar muat di pelabuhan dan turut memfasilitasi penyediaan lahan akan sangat membantu dalam pencapaian target tersebut," katanya.

Khusus untuk Pulau Timor yang menjadi perbatasan antara Indonesia dengan Timor Leste, dengan beroperasinya Sistem Timor, rasio desa berlistrik sampai dengan 2018 akan meningkat dari 63,03% menjadi 70,26%. Sementara rasio elektrifikasinya akan meningkat dari 59,2% menjadi 64,1%.

Tag : PLN
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top