Pembangunan Hyperloop Harus Transparan

Wacana pembangunan kereta berskala sangat cepat berbentuk kapsul, yaitu Hyperloop, harus ada kejelasan transparansi anggarannya.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 26 April 2017  |  20:01 WIB
Hyperloop - GeekWire

Bisnis.com, JAKARTA – Wacana pembangunan kereta berskala sangat cepat berbentuk kapsul, yaitu Hyperloop, harus ada kejelasan soal transparansi anggarannya.

Djoko Setijowarno, pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata mengatakan, wacana pembangunan Hyperloop di Indonesia harus mempertimbangkan sumber pendanaan. Apalagi jika proyek ini adalah proyek swasta.

“Pembangunan ini tidak hanya masalah teknis, masalah sosial dan budaya juga ikut dipikirkan,” kata Djoko kepada Bisnis, Rabu (26/4/2017).

Dia menilai, transparansi anggaran akan mendorong pula transparansi rancangan pembangunan hyperloop. Menurutnya, sejauh ini pemerintah sudah mengambil langkah tepat dengan memberi izin perusahaan terkait untuk melakukan pra feasibility studies terlebih dahulu.

“Masalahnya bukan hanya itu [lahan pembangunan], tetapi jika nanti dibangun kemudian minta disubsidi, yang kasih subsidi, siapa?” ungkap Djoko.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Hyperloop Transportation Technologies sedang melakukan konstruksi kapsul dan direncanakan akan diluncurkan pada awal 2018  di pusat R&D HTT di Toulouse, Prancis dan diprediksi hadir di Indonesia pada 2020.

Menurut Chairman HTT, Bibop Gresta pihaknya telah memiliki beberapa orang berbakat global sebagai bagian dari tim. Selain itu kerja sama dengan para ahli menjamin bahwa perusahaan dapat membangun solusi yang tidak hanya lebih cepat tetapi lebih baik untuk Jakarta.

“Hyperloop hadir karena kami membangun perusahaan ini dengan cara yang lebih pintar,” ungkap Bibop melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Sabtu (22/4).

Sebagai informasi, perusahaan teknologi Amerika ini juga telah mendirikan joint venture (JV) di Indonesia bernama PT Hyperloop Transtek Indonesia pada awal Maret 2017 lalu. Mereka mengumumkan telah memulai konstruksi dari kapsul HyperloopTM dengan penumpang berskala penuh pertama di dunia, di Spanyol, tepatnya di Carbures.

Kapsul pertama ini merupakan puncak dari desain, riset, dan analisis selama tiga tahun dan ribuan jam pengerjaan. Kapsul ini kemudian akan dimanfaatkan dalam sistem komersial yang akan diumumkan dari hasil negosiasi dan studi kelayakan yang sedang dijalankan di beberapa negara.

Hyperloop Transportation Technologies atau HTT menyiapkan nilai kontrak US$2,5 juta dengan investor swasta untuk membangun kapsul Hyperloop di Jakarta.

CEO HTT, Dirk Ahlborn mengaku pihaknya kini sedang membangun kapsul Hyperloop dengan penumpang berskala penuh pertama di dunia dan berlokasi di Jakarta.

Perjanjian Hyperloop pertama di Asia Tenggara ini menandakan eksplorasi segera dari kelayakan sistem Hyperloop di Indonesia dengan fokus utama pada Jakarta, dan eksplorasi penuh dari transportasi Hyperloop yang menghubungkan Jawa dan Sumatera.

Tag : transportasi
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top