Permintaan Berkurang, Ekspor CPO Awal 2017 Turun

Ekspor produk kelapa sawit selama kuartal I/2017 hanya 6,3 juta ton, turun 13,7% dari periode sama tahun lalu akibat penurunan permintaan di sejumlah negara importir.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 26 April 2017  |  08:27 WIB
Kelapa sawit. - Bloomberg/Taylor Weidman

Bisnis.com, PANGKALPINANG -- Ekspor produk kelapa sawit selama kuartal I/2017 hanya 6,3 juta ton, turun 13,7% dari periode sama tahun lalu akibat penurunan permintaan di sejumlah negara importir.

Berdasarkan data Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP Sawit), koreksi ekspor tertinggi dialami oleh produk minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya sebesar 31% (year on year) menjadi 4,6 juta ton pada Januari-Maret 2017.

Ketua Dewan pengawas (BPDP Sawit) Rusman Heriawan mengatakan tindakan antidumping oleh Amerika Serikat dan resolusi parlemen Uni Eropa bukanlah penyebab kontraksi volume ekspor. Dia menengarai ada penurunan pasokan yang kemudian berimplikasi pada harga sawit sepanjang periode itu.

"Selalu ada trade off. Kalau harga bagus, volumenya biasa. Dari nilai dolarnya (harga), kuartal I/2017 lebih tinggi," ujarnya, Selasa (25/4/2017) malam.

Harga rata-rata CPO selama tiga bulan pertama 2017 mencapai Rp7.632 per liter, melesat 23,6% dari posisi periode sama tahun lalu yang hanya Rp6.173 per liter.

Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Togar Sitanggang justru mengatakan suplai selama kuartal I/2017 masih sehat karena produksi CPO pada awal tahun biasanya tinggi.

"(Karena) penurunan demand (permintaan) saja," katanya tanpa menyebut negara mana saja yang mengurangi permintaan.

Kendati demikian, dia menegaskan resolusi parlemen UE yang menyebutkan sawit Indonesia menyebabkan deforestasi dan ekses negatif lainnya di bidang lingkungan, sosial, dan hak asasi manusia, belum berdampak karena belum mengikat secara hukum.

"Itu masih hanya resolusi, belum benar-benar akan diterapkan masing masing negara EU. Jadi, belum punya efek apa apa," ujar Togar.

Tag : cpo
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top