Presiden: Fasilitas Infrastruktur di Luar Jawa Harus Ditingkatkan

Presiden Joko Widodo menilai masih terbatasnya infrastruktur di luar Pulau Jawa membuat distribusi usaha di Indonesia masih didominasi berada sekitar Pulau Jawa.
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 27 April 2017  |  13:50 WIB
Presiden Joko Widodo memimpin Sidang Kabinet Paripurna terkait pagu indikatif RAPBN 2018 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/4). - Antara/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, TANGERANG SELATAN — Presiden Joko Widodo menilai masih terbatasnya infrastruktur di luar Pulau Jawa membuat distribusi usaha di Indonesia masih didominasi berada sekitar Pulau Jawa.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat distribusi usaha di Indonesia didominasi Jawa dengan jumlah 16,2 juta atau 60,74%. Adapun, Sumatra 4,9 juta atau 18,61%, sedangkan Maluku dan Papua hanya 459.410 usaha atau 1,72% dari total 26,7 juta usaha.

"Oleh sebab itu, infrastruktur diharapkan ke luar Jawa supaya ada konektivitas. Bagaimana mendorong industri ke luar Pulau Jawa kalau infrastrukturnya tidak siap," kata Presiden Joko Widodo, Kamis (27/4/2017). 

Menurutnya, jika fasilitas lengkap seperti pelabuhan, kawasan industri, jalan, dan pembangkit listrik, ditambah cepatnya sistem perizinan, maka distribusi usaha di luar Pulau Jawa dapat ditingkatkan.

"Kalau fasilitas tidak didorong di luar Pulau Jawa, ya tidak mungkin [usaha meningkat]," kata Jokowi.

Ketimpangan infrastruktur antara Pulau Jawa dan luar Jawa  memang masih pekerjaan rumah. Satu sisi, keterlibatan pihak swasta dalam mengembangkan infrastruktur perlu ditingkatkan. 

Tag : Jokowi, Presiden Joko Widodo, distribusi usaha, sensus ekonomi
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top