Inhutani V Siap Kuasai Arangan Hutani

PT Inhutani V, pemegang konsesi hutan tanaman industri, siap mengakuisisi 60% saham milik Samko Timber Ltd di PT Arangan Hutani Lestari guna diarahkan untuk mengadopsi skema kemitraan kehutanan.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 27 April 2017  |  18:58 WIB
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – PT Inhutani V, pemegang konsesi hutan tanaman industri, siap mengakuisisi 60% saham milik Samko Timber Ltd di PT Arangan Hutani Lestari guna diarahkan untuk mengadopsi skema kemitraan kehutanan.

Direktur Utama Inhutani V Endro Siswoko mengaku telah mengunjungi konsesi Arangan untuk memantau kondisi lapangan dan prospek bisnis perusahaan itu. Di sana, dia mendapati aktivitas masyarakat menanam karet dan kelapa sawit serta keberadaan tiga pengumpul besar.

Karena itu, Endro menilai salah satu kunci untuk memastikan potensi Arangan adalah dengan mengajak tiga pengumpul besar bermitra. Mereka diharapkan mengakui pengambilan bahan baku dari area konsesi disertai dengan kewajiban membayar provisi sumber daya hutan (PSDH).

“Kami akan berbicara dengan pengumpul itu bagaimana konsep kemitraannya, pembagian modal, kegiatan lapangan, sampai administrasi,” ujarnya kepada Bisnis.com, belum lama ini.

Arangan merupakan perusahaan patungan Inhutani IV dan Samko Timber dengan kepemilikan saham masing-masing 40% dan 60%. Inhutani V bakal menguasai penuh perusahaan hutan tanaman industri (HTI) penghasil karet itu jika akuisisi terlaksana.

Selama beberapa tahun ini, Arangan berstatus tidak aktif lantaran sekitar 4.000 hektare (ha) dari 9.400 ha areal kerja perusahaan itu di Kabupaten Tebo, Jambi, diduduki oleh masyarakat. Skema kemitraan kehutanan yang digadang-gadang menjadi resolusi konflik belum berjalan mulus.

Endro mengatakan Inhutani V telah berpengalaman mengadopsi skema kemitraan kehutanan untuk mengurai perambahan konsesi di Lampung. Meski demikian, dia menilai kasus di Tebo berbeda sehingga tidak bisa menerapkan penyelesaian ala Lampung.

Jika akusisi terealisasi, Endro sudah menyiapkan garapan baru Arangan yakni agroforestri. Nantinya, di sela-sela pohon karet perusahaan dan warga akan ditumpang sari dengan komoditas pangan semisal jagung.

“Kami siap memberikan bantuan  bibit untuk warga dan kemudian ada bagi hasil. Kalau kemudian produtivitas meningkat otomatis bagi hasil makin besar,” tuturnya.

Samko Timber, anak usaha Grup Sampoerna Strategic, dan Inhutani V berkongsi di Arangan pada 1999 atau 4 tahun sejak mendapat izin usaha HTI. Nilai pari atau penyertaan saham Inhutani IV dan Samko Timber berturut-turut sebesar Rp800 juta dan Rp1,2 miliar.

Endro memastikan Inhutani V memiliki kas yang cukup untuk mengakuisi 60% saham milik Samko Timber. Meski bernominal kecil, dia menilai pemilik saham masih bertanggung jawab untuk menjaga dan mengusahakan kawasan hutan sampai izin berakhir. Apalagi, saat ini tidak mudah untuk mengajukan permohonan HTI di tengah adanya moratorium perizinan di hutan primer dan gambut.

Ketika diminta konfirmasi oleh Bisnis, Head of Legal and Corporate Affairs Samko Timber Arief Zakaria belum memberikan tanggapan mengenai rencana tersebut.

Tahun lalu, Inhutani V awalnya menawarkan divestasi 40% sahamnya kepada Samko Timber. Namun, Samko Timber selaku pemegang saham pengendali berbalik menawarkan sahamnya. Bekal Inhutani V menerima tawaran itu adalah keberhasilan menerapkan kemitraan kehutanan di Lampung.

Pada 2012, sekitar 85% dari 56.000 ha areal kerjanya dirambah oleh masyarakat. Dengan menawarkan skema kemitraan, kini Inhutani V berhasil menguasai kembali 24.800 ha lahan bekas konflik tersebut. 

Tag : hutan
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top