Telkomsel Pastikan Data Transaksi Pelanggan Aman

Direktur Utama (Dirut) Telkomsel Ririek Adriansyah memastikan pihaknya tidak akan menuruti apapun kemauan peretas itu, karena jika tarif kuota Internet diturunkan, kualitas Internet yang diberikan juga akan menurun dan hal tersebut sudah terjadi pada operator kompetitor Telkomsel.
Sholahuddin Al Ayyubi | 28 April 2017 20:14 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) masih belum mengetahui website resmi www.Telkomsel.com ternyata telah menjadi korban serangan peretas, setelah sebelumnya dilaporkan oleh salah satu karyawan Corporate Communication Telkomsel‎ pada pukul 05.15 WIB yang namanya belum mau disebutkan oleh Telkomsel.

Unik memang, operator sekaliber Telkomsel yang merupakan operator mapan di Tanah Air menjadi bulan-bulanan para hacker yang identitasnya masih ditelusuri sampai saat ini.‎ Pasalnya, dari seluruh industri ICT, sektor telekomunikasi merupakan satu-satunya industri yang paling update dalam mengadopsi sejumlah teknologi keamanan agar seluruh data pelanggan aman dan tidak mudah bocor

Dewasa ini sebanyak ‎169 juta pelanggan Telkomsel di seluruh Indonesia mulai resah, karena seluruh data pelanggan yang masuk ke operator penguasa pangsa pasar telekomunikasi tersebut khawatir jatuh ke tangan tidak bertanggung jawab, akibat dibobolnya situs resmi Telkomsel sejak Jumat (28/4) pagi.

‎Ancaman peretas tersebut berkaitan dengan tarif kuota Internet Telkomsel yang selama ini dinilai sangat mahal, pasalnya sebagai salah satu anak usaha BUMN, tarif yang ditawarkan Telkomsel sangat tidak pro terhadap rakyat. Memang saat ini harus diakui belum ada regulasi dari pemerintah yang mengatur soal tarif kuota Internet tersebut.

Pemerintah lebih senang mengatur tarif telepon dan sms dibanding‎kan mengatur soal tarif kuota Internet. Padahal, pengguna Internet dewasa ini menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII) telah menembus angka sebesar 132 juta pengguna Internet aktif di seluruh Indonesia. Namun belum ada regulasi yang mengatur soal tarif kuota Internet agar lebih pro terhadap rakyat, apalagi masyarakat yang ada di pelosok Indonesia.

Direktur Utama (Dirut) Telkomsel Ririek Adriansyah memastikan pihaknya tidak akan menuruti apapun kemauan peretas itu, karena jika tarif kuota Internet diturunkan, kualitas Internet yang diberikan juga akan menurun dan hal tersebut sudah terjadi pada operator kompetitor Telkomsel.

"Kami tidak akan menurunkan tarif, karena akan berdampak pada kualitas jaringan ke depan nanti," tuturnya.

Soal tarif, dia mengklaim bahwa tarif kuota data Telkomsel paling murah jika dibandingkan dengan operator di seluruh dunia. "Itu harus dibandingkan dengan negara lain, karena cost kita dengan negara lain itu sama," katanya.

‎Ririek memprediksi para peretas tersebut telah mempelajari Telkomsel dengan sangat lama untuk meretas apapun yang ada pada Telkomsel. Menurut CEO Telkomsel tersebut, peretasan terjadi pada saat tim IT Telkomsel sedang melakukan migrasi server, karena ada celah keamanan, maka peretas melalui proses migrasi server tersebut.

"Padahal kami sedang melakukan migrasi ke server yang lebih canggih lagi, tapi sepertinya mereka (peretas) masuk lewat situ," katanya.

Dia juga memastikan, meskipun website resmi milik Telkomsel itu sudah diretas, namun seluruh data pelanggan dan berbagai transaksi yang dilakukan pelanggan melalui operator plat merah tersebut tetap aman. Pasalnya, menurut Ririek server yang digunakan oleh Telkomsel berbeda antara data pelanggan dan website resmi.

"Kami pastikan data itu aman. Tidak ada data apapun di website itu," ujarnya.

‎Dia memastikan website Telkomsel sudah dapat diakses sejak pukul 15.00 WIB, meskipun agak lambat dibandingkan sebelumnya karena masih proses perbaikan. Menurutnya, Telkomsel juga belum ada rencana untuk melaporkan hal tersebut ke aparat penegak hukum, namun Telkomsel akan membuat keamanan yang lebih canggih dari sebelumnya agar tidak mudah dibobol lagi di kemudian hari.

"Kami belum pertimbangkan mengambil jalur hukum. Tapi kami akan fokus pada perbaikan website," tukasnya.

Tag : telkomsel
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top