Arus Mudik Lebaran: Ini Tips Dari Pengamat

Pada mudik 2017 moda transportaso sepeda motor diprediksi mengalami peningkatan.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 28 April 2017 02:27 WIB
Sejumlah kendaraan pemudik memadati jalur pantura Losarang, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (15/7/2015). Pada H-2 Lebaran, arus mudik di jalur pantura terpantau padat. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pada mudik 2017 moda transportaso sepeda motor diprediksi mengalami peningkatan.

Djoko Setijowarno, pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata mengatakan kendaraan pribadi, terurama sepeda motor masih mendominasi mudik 2017. Sepeda motor dianggap masih rawan terhadap kecelakaan lalu lintas.

“Sejak dini sudah dikampanyekan melarang sepeda motor ditumpangi lebih dari dua orang, apalagi membawa barang yang berlebihan. Anak-anak dilarang menumpangi sepeda motor untuk mudik lebaran,” ujar Djoko kepada Bisnis, Kamis (27/4/2017).

Tol diprediksi dapat beroperasi yang Pemalang. Namun sangt rawan kemacetan di Kota Pekalongan dan Batang, karena tidak memiliki jalan lingkar luar (outer ring road). Oleh sebab itu, harus diupayakan ruas Tol Pemalang-Batang sudah dapat digunakan secara fungsional dengan laju 10-20 kilometer per jam sudah sangat membantu.

“Jika memungkinkan ruas dari Tol Batang-Semarang, ruas Batang-Weleri juga bisa fungsional,” sambungnya.

Menurut Djoko, Pemerintah Daerah diminta menyiapkan angkutan umum lanjutan resmi dari stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, agar pemudik tidak kesulitan dan bisa mendapatkan transportasi umum yang murah dan nyaman.

“Hilangkan praktek taksi gelap dan angkutan umum plat hitam di terminal, stasiun, bandara dan pelabuhan yang jelas merugikan pemudik,” tuturnya.

Djoko mengingatkan, mudik gratis yang diselenggarakan setiap tahun harus dapat membantu meringankan pemudik. Dihimbau bagi penyelenggaran mudik bersama tidak hanya menggunakan bus wisata tetapu juga tetap harus menggunakan bus reguler AKAP yang cukup banyak armadanya.

“Selama 10 tahun belakangan mengalami penurunan penumpang. Selain akibt makin membaiknya layanan KA, juga makin banyaknya mudik gratis,” ungkapnya.

Tahun ini akan ditandai sejumlah Terminal Tipe A yang kondisinya lebih baik dari sebelumnya. Mulai Jan 2017, semua Terminal Tipe A dikelola Kementerian Perhubungan berdasarkan UU 23/2014 tentang Pemda. Penyediaan toilet yang bersih sudah merupakan kewajiban. Diwajibkan pemeriksaan kendaraan dan awak bus.

Tidak ada lagi retribusi penumpang, sewa kios dan toilet gratis. Harapannya dengan terminal tipe A yang aman dan nyaman akan menambah jumlah pengguna transportasi umum antar provinsi, antar kota atau kabupaten dan lokal. Mengupayakan terminal setara stasiun dan bandara.

“Pemberangkatan mudik gratis tidak lagi menggunakan lapangan parkir Senayan, Lapangan Monas atau tempat lain bukan terminal penumpang. Kurang mendidik masyarakat dalam bertransportasi,” katanya.

Pasalnya untuk perjalanan jarak jauh antar kota berawal dari terminal. Ada baiknya mulai tahun ini pemberangkatan mudik gratis dapat menggunakan Terminal Pulo Gebang. Selain mengedukasi juga lebih mengenalkan kondisi Terminal Pulo Gebang yang sudah mumpuni sebagai terminal penumpang terbesar se-Asia Tenggara.

“Mudik gratis sepeda motor tidak hanya untuk Jawa. Masih dapat diberikan bagi pemudik sepeda motor ke Sumatera, setidaknya untuk Lampung hingga perbatasan Sumsel,” sambungnya.

Setiap tahun makin banyak mobil barang yang digunakan mudik. Cukup ditutup terpal dan duduk lesehan dan bisa bawa 3-4 sepeda motor. Cukup efisien dan efektif, tetapi mobil barang sejatinya dilarang bawa penumpang, kecuali dalam hal tertentu. Seperti ini harus dicarikan solusinya, mumpung belum pernah ada kecelakaan mobil barang untuk mudik.

“Yang sudah sering, kecelakaan mobil barang untuk berwisata saat mudik lebaran. Biasanya bisa bawa dua sapi besar, tetapi kalau angkut orang bus membawa 40 orang. Mobil hewan untuk orang,” tuturnya.

Selain hambatan samping berupa pasar tumpah, penyeberangan tidak pada tempatnya, perlintasan KA dan jalan raya yang sebidang, masih menjadi problem klasik di daerah. Beberapa; pertama hal yang perlu dicatat adalah sehat sarana transportasi.

Kedua, sehat prasarana transportasi. Ketiga, adalah sehat awak transportasi misalnya sopir, masinis, pilit, nahkoda. Keempat, adalah sehat penumpang. Kelima, sempurna untuk taat berlalu lintas selama perjalanan mudik.

Tag : transportasi
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top